Baiklah
tak perlu diragukan lagi mayoritas manusia didunia pasti ber”haha-hihi” (sebut
saja berbahagia sekali) pada saat malam pergantian tahun, as you know-lah dari 2014 ke 2015 (Oke, yang aku tahu saat aku melihat
dilayar di ponselku ternyata benar sudah berganti 01 Jan 15) dianggap sebagai
sebuah revolusi baru bagi khalayak ramai dimana semua orang “selalu” ingin
menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Tapi,
jika kamu ingin tahu (gak butuh tahu juga sih, Ly…) aku tak banyak berpikir
untuk malam pergantian tahun ini, yang aku rasakan hanyalah waktu dan hari
hanya berputar seperti biasanya, mungkin yang membuat beda karena sebagian
orang lebih memilih untuk “membakar uang”-nya, yeeeeeyyyyy… Alhamdulillah!
Semoga rezeki mereka selalu dilancarkan (gak mau ngomongin rezeki orang).
Sebenarnya tak banyak yang ingin ku tuliskan pada malam hari ini (mau gimana
lagi sudah jam 22:57 WITA waktu aku ngetik ini, sebentar lagi udah tanggal 2
bukan 1 lagi). Seperti orang-orang pada umumnya aku-pun ikut merayakan pesta
kecil itu (munafik kan), bukannya apa, aku menghargai dan peduli terhadap orang-orang
disekitarku yang memang ingin saling berbagi kebahagiaan. Tapi apalah daya, aku
justru membuka kenangan lama bersama sahabatku, kami saling mencurahkan isi
hati kami, kami saat ini benar-benar berada di posisi lemah, yang aku tahu
selama ini aku dan dia (anggapanku) seperti kaki sebelah kanan dan kaki sebelah
kiri, saat salah satu dari kami mulai tumbang duluan pasti tak lama kemudian yang
lain akan mulai tumbang juga.
Aku tak
tahu kenapa ini membuatku begitu tertekan, aku tak pernah tahu jiwaku ini
sebenarnya ingin apa?! Aku memiliki jiwa, tapi rasanya jiwa itu sedang koma,
aku merasa bahwa hanya ragaku yang selalu memuntunku, jiwaku pasti t’lah
tertinggal (atau mungkin aku lupa meletakkan dimana jiwaku berada) aku tak tahu
lagi arah mana yang harus ku pilih dan ku tempuh, entahlah… Yang pasti saat
memasuki tahun 2015 ini aku mengalami hal-hal berat diawal, seperti yang aku katakan
tadi, aku sadar bahwa ternyata aku lemah dan pastinya aku sangat-sangatlah
lemah karena aku tak punya keberanian seperti sahabatku itu, aku hanya berjalan
tanpa tahu arah dan tak berjalan di arah yang ku inginkan, tapi aku ingin semua
orang tahu, bahwa aku tak sepenuhnya mengatakan jalan yang ku tempuh sekarang
ini adalah salah, hanya mungkin aku yang kurang tepat dalam menjalaninya.
Mungkin
hidupku memang terlalu muluk. Setidaknya biarkan aku bersyukur atas tahun 2014 kemarin,
dalam kesendirian dan kesepian aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada
Allah yang masih memberiku izin untuk menggunakan napas ini, Allah pasti punya
tujuan indah yang tak pernah kita tahu, sepertinya Allah menginginkan agar aku
senantiasa berbahagia dan selalu berpikiran positif dalam setiap peristiwa yang
memang sudah ditakdirkanNya. Mama, papa, Satria, dan Didi terima kasih aku
seringkali salah ambil jalan (aku tahu mungkin akan begitu menyedihkan, jika
kalian mengetahui penyesalan-penyesalan terdalamku), tapi aku ingin kalian
selalu berdo’a untukku agar aku selalu sehat disini dan melanjutkan apa yang
telah ku ambil, aku-pun tak sebegitu egois yang minta di do’akan, pastinya aku
akan selalu mendo’akan demi kesehatan dan kebahagiaan kalian juga. Semoga jalan ini tak terbuang percuma. Gak lupa aku juga berterima kasih kepada orang-orang yang senantiasa berusaha
membahagiakan aku mulai dari langkah kecil hingga langkah besar yang tak pernah
ku rasakan sebelumnya, terima kasih
kalian yang tak bisa ku sebutkan satu persatu.
Satu
harapan yang ku inginkan adalah untuk memulai langkah 2015 ini adalah aku ingin
mendapatkan keberanian yang lebih dari apa yang telah aku lakukan. Setidaknya jika
aku berani pasti aku akan lebih … (isi aja sendiri). Selamat menjalani hari dan
semoga kebahagiaan mengikuti kita. Aamiin.
0 komentar:
Posting Komentar