Jumat, 02 Januari 2015

Awal 2015-ku

Diposting oleh Prily Harsiani di 1/02/2015 12:11:00 AM
Baiklah tak perlu diragukan lagi mayoritas manusia didunia pasti ber”haha-hihi” (sebut saja berbahagia sekali) pada saat malam pergantian tahun, as you know-lah dari 2014 ke 2015 (Oke, yang aku tahu saat aku melihat dilayar di ponselku ternyata benar sudah berganti 01 Jan 15) dianggap sebagai sebuah revolusi baru bagi khalayak ramai dimana semua orang “selalu” ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya.


Tapi, jika kamu ingin tahu (gak butuh tahu juga sih, Ly…) aku tak banyak berpikir untuk malam pergantian tahun ini, yang aku rasakan hanyalah waktu dan hari hanya berputar seperti biasanya, mungkin yang membuat beda karena sebagian orang lebih memilih untuk “membakar uang”-nya, yeeeeeyyyyy… Alhamdulillah! Semoga rezeki mereka selalu dilancarkan (gak mau ngomongin rezeki orang). Sebenarnya tak banyak yang ingin ku tuliskan pada malam hari ini (mau gimana lagi sudah jam 22:57 WITA waktu aku ngetik ini, sebentar lagi udah tanggal 2 bukan 1 lagi). Seperti orang-orang pada umumnya aku-pun ikut merayakan pesta kecil itu (munafik kan), bukannya apa, aku menghargai dan peduli terhadap orang-orang disekitarku yang memang ingin saling berbagi kebahagiaan. Tapi apalah daya, aku justru membuka kenangan lama bersama sahabatku, kami saling mencurahkan isi hati kami, kami saat ini benar-benar berada di posisi lemah, yang aku tahu selama ini aku dan dia (anggapanku) seperti kaki sebelah kanan dan kaki sebelah kiri, saat salah satu dari kami mulai tumbang duluan pasti tak lama kemudian yang lain akan mulai tumbang juga.

Aku tak tahu kenapa ini membuatku begitu tertekan, aku tak pernah tahu jiwaku ini sebenarnya ingin apa?! Aku memiliki jiwa, tapi rasanya jiwa itu sedang koma, aku merasa bahwa hanya ragaku yang selalu memuntunku, jiwaku pasti t’lah tertinggal (atau mungkin aku lupa meletakkan dimana jiwaku berada) aku tak tahu lagi arah mana yang harus ku pilih dan ku tempuh, entahlah… Yang pasti saat memasuki tahun 2015 ini aku mengalami hal-hal berat diawal, seperti yang aku katakan tadi, aku sadar bahwa ternyata aku lemah dan pastinya aku sangat-sangatlah lemah karena aku tak punya keberanian seperti sahabatku itu, aku hanya berjalan tanpa tahu arah dan tak berjalan di arah yang ku inginkan, tapi aku ingin semua orang tahu, bahwa aku tak sepenuhnya mengatakan jalan yang ku tempuh sekarang ini adalah salah, hanya mungkin aku yang kurang tepat dalam menjalaninya.

Mungkin hidupku memang terlalu muluk. Setidaknya biarkan aku bersyukur atas tahun 2014 kemarin, dalam kesendirian dan kesepian aku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Allah yang masih memberiku izin untuk menggunakan napas ini, Allah pasti punya tujuan indah yang tak pernah kita tahu, sepertinya Allah menginginkan agar aku senantiasa berbahagia dan selalu berpikiran positif dalam setiap peristiwa yang memang sudah ditakdirkanNya. Mama, papa, Satria, dan Didi terima kasih aku seringkali salah ambil jalan (aku tahu mungkin akan begitu menyedihkan, jika kalian mengetahui penyesalan-penyesalan terdalamku), tapi aku ingin kalian selalu berdo’a untukku agar aku selalu sehat disini dan melanjutkan apa yang telah ku ambil, aku-pun tak sebegitu egois yang minta di do’akan, pastinya aku akan selalu mendo’akan demi kesehatan dan kebahagiaan kalian juga. Semoga  jalan ini tak terbuang percuma.  Gak lupa aku juga berterima kasih kepada  orang-orang yang senantiasa berusaha membahagiakan aku mulai dari langkah kecil hingga langkah besar yang tak pernah ku rasakan sebelumnya, terima kasih  kalian yang tak bisa ku sebutkan satu persatu.

Satu harapan yang ku inginkan adalah untuk memulai langkah 2015 ini adalah aku ingin mendapatkan keberanian yang lebih dari apa yang telah aku lakukan. Setidaknya jika aku berani pasti aku akan lebih … (isi aja sendiri). Selamat menjalani hari dan semoga kebahagiaan mengikuti kita. Aamiin.




0 komentar:

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea