Siapapun
yang udah pernah ngalami semester ini mungkin tahu bagaimana rasanya gak punya
waktu, seakan waktu mandi jadi waktu tidur, waktu makan jadi waktu nugas, dan
waktu nugas ada di setiap waktu…
Galau,
sedih, muak, jengkel, emosi semua campur jadi satu, laporan-laporan yang ada di semester ini
apabila dikerjakan berkelompok pun bisa menyebabkan kita memiliki banyak musuh,
ya sebut saja begitu… Bagaiman tidak, bisa saja 24 jam kira bersama anggota
kelompok kita, namun apabila ada salah salah sedikitpun, behhh,,,, emosi yang
petama keluar, salah dikit marah, salah dikit teriak, huuufthm, apa-apa lahhh pokoknya
semester ini. Belum
lagi dengan mata kuliah yang bobotnya hanya 2 sks, tapi benar-benar beracun,
bagaimana tidak? 2 sks ini rasanya sudah seperti 5 sks saja, mulai dari adanya
praktikum beserta laporannya, kuis, tugas-tugas, tugas besar, dan UAS-pun ada
lengkap banget deh (udah kayak 4 sehat 5 sempurna pokoknya).
Aku
pribadi juga muak dengan semester 5 yang telah ku lalui. Sejujurnya aku muak
dengan diriku sendiri, aku mencoba kuat untuk tetap bertahan di jurusan yang
aku pilih ini (red. Teknik Industri), tapi ternyata aku gagal, yang aku tahu
ternyata aku sangat lemah. Kerinduan dengan kampung halaman semakin
menjadi-jadi, rasa kesepian di setiap hariku menjadikanku semakin terpuruk. Di semester
5 kala itu ekspektasinya aku harus meningkatkan powerku, realitanya aku justru semakin tak sadar, pikiranku seperti
benar-benar kosong, yang ku pikirkan hanyalah aku bertahan untuk tidak menjadi
gila (walaupun mungkin tidak sedikit yang menganggapku sudah menjadi gila).
Aku galau,
sebut saja begitu. Aku mulai gagal fokus terhadap target-targetku. Aku sendiri
bingung dengan apa yang sudah ku lakukan dan apa yang harus ku lakukan. Tapi,
jika ku bayangkan lagi sebenarnya lucu juga, aku ini lho kenapa? Kok kayak aku
ini orang yang paling tersiksa aja, gara-gara laporan-laporan ataupun tugas-tugas
yang menumpuk aja sampai se-lebay itu,
jelas-jelas itu memang kewajiban! Namanya juga kuliah, gak muluk tentang senang-senang,
apalagi yang kayak di sinetron-sinetron atau film-film yang ada, dimana kuliah
kok dipakai pusing buat cinta dan konflik yang tak berujung.
Aku harus
sadar bahwa aku hidup di dunia nyata, semua ini bukan mimpi dan bukan drama.
Ada saat dimana aku harus berjuang dan begitu banyak yang memang harus
diperjuangkan. Setidaknya aku bersyukur, Allah masih baik kepadaku, Allah masih
memberiku kesempatan dengan hasil yang keluar di semester ini, memang bukan
hasil yang memuaskan, tapi aku benar-benar bersyukur karena (setidaknya)
keringat yang keluar di semester 5 tidak terbuang percuma, dengan begitu
sekarang ini aku menjadi terpacu untuk mendapatkan yang lebih baik.
Sekarang
aku sudah berjalan menuju semester 6, hanya tinggal beberapa langkah-langkah
besar di akhir dan aku akan mendapatkan gelar Sarjana Teknik itu (Aamiin aamiin
ya robbal alaamiin, in sha Allah). Semoga aku tetap semangat untuk tetap berada
dijalan yang telah ku pilih ini dan sepertinya untuk semester 6 ini memang
perlu ekstra semangat dan harus belajar lebih rajin (semoga aku bisa), karena
siang ini dapat info dari temen di chat grup
BBM tentang mata kuliah yang harus diambil di semester 6 ini, ya seperti inilah:
Selamat
datang semester 6… Selamat ber-praktikum dan ber-laporan-laporan lagi… :)
0 komentar:
Posting Komentar