Sabtu, 27 Juni 2015

Bleeding Heart

Diposting oleh Prily Harsiani di 6/27/2015 12:01:00 PM 0 komentar
Bayu semakin mempercepat laju larinya, sementara itu Radit pun semakan berusaha untuk jadi yang pertama. Sesekali tawa mereka berdua terdengar memecah udara pagi yang cerah.
“Hei, Broo! Udah deh nyerah aja! Loe nggak bakalan menang!”seru Radit disela-sela nafasnya yang memburu.
“Gak! Gua gak bakalan kalah! Masa gua harus kalah ama loe? Apa kata dunia?” sambung bayu.
“Loe gak bakalan menang lawan gua, udah nyerah aja! Pokoknya siapa yang bisa sampai di Pelabuhan duluan boleh dapat sunnya Ana!” teriak Radit kencang seraya berlari kencang.
“Hooee kunyukk!! Apaan tuh? Gak bisa gitu! Ana pacar gue! Mana bisa dijadiin taruhan! Hei monyong! Tunggu…!”teriak bayu.

Jumat, 26 Juni 2015

Halaman yang Tertinggal (Part-2 selesai)

Diposting oleh Prily Harsiani di 6/26/2015 03:10:00 PM 0 komentar
Sang fajar mulai menampakkan diri, ku buka jendela kamar dan ku rasakan sejuknya embun yang merayap di tubuhku. Aku berpikir dalam lamunanku,”Apakah jika aku sudah tiada nanti dunia pagi akan merindukan aku seperti aku merindukan mereka? Apakah aku akan menemukan keindahan lagi yang seperti ini kelak?”.

Kamis, 18 Juni 2015

Makan Batu

Diposting oleh Prily Harsiani di 6/18/2015 08:05:00 PM 0 komentar
Menurut sumber tertera yaitu dari Wikipedia, batu adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Batuan umumnya diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuk mereka. Apalah itu blablabla… Aku gak ngeh, yang jelas seperti yang pernah ku pelajari waktu aku SMP dan SMA intinya batu ya begitu. Namun, jika melihat keadaan saat ini batu sudah memiliki nilai yang berbeda apabila cuma dianggap sebagai batu  yang mana batu tidak menjadi hal khusus yang bisa dimanfaatkan.

Rabu, 17 Juni 2015

Haruskah Ada Air Mata?

Diposting oleh Prily Harsiani di 6/17/2015 08:13:00 PM 0 komentar
Terkadang aku bertanya-tanya, apakah jatah air mata yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia itu sama? Kenapa hingga saat ini, aku merasa bahwa air mataku jumlahnya tak terbatas, saat bahagia aku menangis, saat terharu aku menangis, saat sedih aku menangis, saat marah akupun menangis, bahkan saat aku diam aku menangis. Apakah ada yang juga merasakan seperti yang aku rasakan? Rasanya aku justru tak pernah melihat orang lain merasakan seperti yang aku rasakan, atau mungkin aku hanya tak pernah melihat kehidupan orang lain yang sebenarnya? Hahahaha… Aku merasa lucu…
 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea