Menurut sumber tertera yaitu dari Wikipedia,
batu adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Batuan umumnya
diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur
partikel unsur dan oleh proses yang membentuk mereka. Apalah itu blablabla… Aku
gak ngeh, yang jelas seperti yang pernah ku pelajari waktu aku SMP dan SMA
intinya batu ya begitu. Namun, jika melihat keadaan saat ini batu sudah
memiliki nilai yang berbeda apabila cuma dianggap sebagai batu yang mana batu tidak menjadi hal khusus yang
bisa dimanfaatkan.
Tulisanku kali ini hanyalah sekilas pandanganku yang ku
khususkan dari yang terjadi di khalayak umum, well…As you know-lah yaa, dimana-mana sekarang batu sudah seperti
hiasan wajib yang harus ada di tubuh manusia, kenapa aku berkata demikian?
Sekali lagi aku tekankan bahwa ini hanya menurut pandanganku, jadi begini batu
yang aku maksud adalah batu AKIK, sudah pernah melihat batu akik? Hmm… Sudah
kuduga, seperti berita-berita yang sering tersiar di TV, misalnya bahwa pegawai
kantor A diwajibkan menggunakan cincin batu akik, pegawai kantor B diwajibkan
menggunakan cincin batu akik x, y, z, dsb. OMG…
Kenapa manusia sekarang harus lebih memilih buat balik ke zaman batu?
Pernah ada yang bilang bahwa sesunggunhnya kehidupan ini
memang hanya berputar-putar, style yang
dulu pernah membooming dan tergusur pada akhirnya harus membooming kembali, dan inilah yang terjadi… Manusia kembali ke zaman
batu.
Ada semacam hal terbullshit
yang pernah ku dengar, saat awal-awal mulai terkenalnya batu, bos ditempatku
kerja benar-benar seperti antisipan terhadap batu akik, tiap ada orang yang
memakai cincin akik pasti dicemoohnya, tiap ada orang yang jualan batu di
pinggir jalanpun pasti disindirnya, blablabla… Pokoknya bos anti banget sama
batu! Tapi selang 2 bulan bos kemakan omongannya sendiri, dan jelas terlihat
kebodohan akan omongannya, dia akhirnya membeli batu akik juga, hahaha…
Misalkan aku jadi dia pasti aku sudah malu, hihihi…
Selain omongan terbullshit
ada pula hal terbodoh yang dilakukan oleh masyarakat, pernah waktu itu aku
membaca berita dari salah satu page di
fb (lupa nama pagenya), di page itu
diberitakan bahwa ada warga di suatu daerah sampai mencongkel trotoar yang
dikiranya dibuat dari bongkahan batu yang mungkin dinilai berharga. Haduhhh… Sampai
segitunya…
Ramadhan kali ini aku juga melihat sesuatu yang jomplang dengan ramadhan sebelumnya,
kalau dulu aku melihat banyak sekali dipinggir jalan banyak lapak-lapak yang menjual
makanan untuk berbuka, ya semacam camilan, gorengan, kue, es buah, dsb, tapi
sekarang yang justru ku lihat sepanjang jalan ini adalah lapak-lapak orang yang
berjualan batu, bahkan ada batu yang dijual kiloan (udah kayak beli beras aja…),
atau mungkin aku salah lihat? Atau yang ku lihat hanya sekilas di daerah
sekitar yang ku lewati saja? Tapi yang jelas aku memang merasakan perbedaan
tentang ini antara ramadhan tahun ini dan ramadhan tahun sebelumnya.
Sempat aku pernah kecewa karena aku melihat ada 2 lapak di
sekitar jalan pramuka, nahh… Di lapak itu terlihat baki atau nampan dari
aluminium yang berjejer diatas meja, awalnya tidak terlihat begitu jelas apa
yang dijual dilapak tersebut karena banyak orang-orang yang berkerumun
disekitarnya, pada umumnya yang sering ku lihat sebelumnya biasanya lapak dengan
nampan-nampan aluminum yang berjejer seperti itu ya lapak-lapak orang yang
berjualan ikan, tapi setelah ku amati lagi… Astagaaaaaa…. Ternyata
nampan-nampan itu hanya berisi bongkahan-bongkahan batu yang akupun tak tahu
apa jenisnya.
Sebenarnya kalau dipandang lagi sebenarnya
dengan memboomingnya batu akik tidak sepenuhnya salah, apabila dipandang dari
sudut pandang ekonomi wajar saja, ada beberapa jenis batu yang bahkan bentuknya
kecil sekalipun harganya bisa selangit, setidaknya orang-orang yang berjualan
batu masih mau untuk berusaha untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari
daripada harus melakukan tindakan kriminal atau bahkan harus mengemis. Dalam hal
edukasi juga sebenarnya bagus, dengan begitu kita dapat mengetahui macam-macam
batu yang ada di bumi ini, bahkan batu-batu yang terbentuk dari hasil memfosilnya
tumbuhan atau hewan, hal semacam itulah yang dapat dijadikan bahan penelitian
guna menambah pengetahuan. Dan bagi Indonesia mungkin hal semacam batu akik
bisa menjadi daya tarik sendiri bagi Negara lain atau wisatawan asing, dimana
sekarang sudah mulai banyak dibentuk kontes-kontes atau pameran-pameran tentang
batu akik dari yang biasa hingga yang luar biasa. Aku sendiri tidak tahu, namun
banyak batu-batu yang dianggap memiliki motif-motif yang unik (seperti motif
yang bisa terbentuk lafadz Allah, angka, bahkan motif Negara), terkadang hal
semacam ini tidak dapat terlihat secara kasat mata, namun untuk spesialis batu inilah
yang dianggap bernilai lebih.
Yang bisa menjadikan batu akik salah adalah
apabila batu akik dianggap sebagai batu yang dapat mengatur takdir kita,
seperti bisa memperlancar rezeki, menemukan jodoh, menolak bala bahaya, dan
semacam hal yang seharusnya sudah diatur oleh Allah SWT. Mengutip dari apa yang
dikatakan oleh salah satu penulis terkenal di Indonesia, yaitu Tere Liye, dia
menuliskan seperti ini,”Batu adalah batu. Jika ada yang percaya batu bisa
memberikan aura, berkah, jauh dari bala, lancar rezeki, maka dia telah mundur
bahkan lebih jauh dibandingkan jaman batu. Batu adalah batu. Posisinya hanyalah
hiasan indah. Sedap dipandang mata. Sama seperti punya sepatu, atau pakaian
bagus. Hanya itu.”. Yapssss… Itulah sama dengan apa yang ku pikirkan dan apa
yang ku rasakan di saat mulai terkenalnya batu-batu akik.
Oke… Sekian untuk hari ini… Setidaknya aku tidak
ingin merasakan kegalauanku seperti kemarin… Byee~
Selamat bulan Ramadhan dan selamat menunaikan
ibadah puasa. :)
0 komentar:
Posting Komentar