Kamis, 18 Juni 2015

Makan Batu

Diposting oleh Prily Harsiani di 6/18/2015 08:05:00 PM
Menurut sumber tertera yaitu dari Wikipedia, batu adalah benda padat yang terbuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Batuan umumnya diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuk mereka. Apalah itu blablabla… Aku gak ngeh, yang jelas seperti yang pernah ku pelajari waktu aku SMP dan SMA intinya batu ya begitu. Namun, jika melihat keadaan saat ini batu sudah memiliki nilai yang berbeda apabila cuma dianggap sebagai batu  yang mana batu tidak menjadi hal khusus yang bisa dimanfaatkan.


Tulisanku kali ini hanyalah sekilas pandanganku yang ku khususkan dari yang terjadi di khalayak umum, well…As you know-lah yaa, dimana-mana sekarang batu sudah seperti hiasan wajib yang harus ada di tubuh manusia, kenapa aku berkata demikian? Sekali lagi aku tekankan bahwa ini hanya menurut pandanganku, jadi begini batu yang aku maksud adalah batu AKIK, sudah pernah melihat batu akik? Hmm… Sudah kuduga, seperti berita-berita yang sering tersiar di TV, misalnya bahwa pegawai kantor A diwajibkan menggunakan cincin batu akik, pegawai kantor B diwajibkan menggunakan cincin batu akik x, y, z, dsb. OMG… Kenapa manusia sekarang harus lebih memilih buat balik ke zaman batu?

Pernah ada yang bilang bahwa sesunggunhnya kehidupan ini memang hanya berputar-putar, style yang dulu pernah  membooming dan tergusur pada akhirnya harus membooming kembali, dan inilah yang terjadi… Manusia kembali ke zaman batu.


Ada semacam hal terbullshit yang pernah ku dengar, saat awal-awal mulai terkenalnya batu, bos ditempatku kerja benar-benar seperti antisipan terhadap batu akik, tiap ada orang yang memakai cincin akik pasti dicemoohnya, tiap ada orang yang jualan batu di pinggir jalanpun pasti disindirnya, blablabla… Pokoknya bos anti banget sama batu! Tapi selang 2 bulan bos kemakan omongannya sendiri, dan jelas terlihat kebodohan akan omongannya, dia akhirnya membeli batu akik juga, hahaha… Misalkan aku jadi dia pasti aku sudah malu, hihihi…

Selain omongan terbullshit ada pula hal terbodoh yang dilakukan oleh masyarakat, pernah waktu itu aku membaca berita dari salah satu page di fb (lupa nama pagenya), di page itu diberitakan bahwa ada warga di suatu daerah sampai mencongkel trotoar yang dikiranya dibuat dari bongkahan batu yang mungkin dinilai berharga. Haduhhh… Sampai  segitunya…

Ramadhan kali ini aku juga melihat sesuatu yang jomplang dengan ramadhan sebelumnya, kalau dulu aku melihat banyak sekali dipinggir jalan banyak lapak-lapak yang menjual makanan untuk berbuka, ya semacam camilan, gorengan, kue, es buah, dsb, tapi sekarang yang justru ku lihat sepanjang jalan ini adalah lapak-lapak orang yang berjualan batu, bahkan ada batu yang dijual kiloan (udah kayak beli beras aja…), atau mungkin aku salah lihat? Atau yang ku lihat hanya sekilas di daerah sekitar yang ku lewati saja? Tapi yang jelas aku memang merasakan perbedaan tentang ini antara ramadhan tahun ini dan ramadhan tahun sebelumnya.

Sempat aku pernah kecewa karena aku melihat ada 2 lapak di sekitar jalan pramuka, nahh… Di lapak itu terlihat baki atau nampan dari aluminium yang berjejer diatas meja, awalnya tidak terlihat begitu jelas apa yang dijual dilapak tersebut karena banyak orang-orang yang berkerumun disekitarnya, pada umumnya yang sering ku lihat sebelumnya biasanya lapak dengan nampan-nampan aluminum yang berjejer seperti itu ya lapak-lapak orang yang berjualan ikan, tapi setelah ku amati lagi… Astagaaaaaa…. Ternyata nampan-nampan itu hanya berisi bongkahan-bongkahan batu yang akupun tak tahu apa jenisnya.

Sebenarnya kalau dipandang lagi sebenarnya dengan memboomingnya batu akik tidak sepenuhnya salah, apabila dipandang dari sudut pandang ekonomi wajar saja, ada beberapa jenis batu yang bahkan bentuknya kecil sekalipun harganya bisa selangit, setidaknya orang-orang yang berjualan batu masih mau untuk berusaha untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari daripada harus melakukan tindakan kriminal atau bahkan harus mengemis. Dalam hal edukasi juga sebenarnya bagus, dengan begitu kita dapat mengetahui macam-macam batu yang ada di bumi ini, bahkan batu-batu yang terbentuk dari hasil memfosilnya tumbuhan atau hewan, hal semacam itulah yang dapat dijadikan bahan penelitian guna menambah pengetahuan. Dan bagi Indonesia mungkin hal semacam batu akik bisa menjadi daya tarik sendiri bagi Negara lain atau wisatawan asing, dimana sekarang sudah mulai banyak dibentuk kontes-kontes atau pameran-pameran tentang batu akik dari yang biasa hingga yang luar biasa. Aku sendiri tidak tahu, namun banyak batu-batu yang dianggap memiliki motif-motif yang unik (seperti motif yang bisa terbentuk lafadz Allah, angka, bahkan motif Negara), terkadang hal semacam ini tidak dapat terlihat secara kasat mata, namun untuk spesialis batu inilah yang dianggap bernilai lebih.

Yang bisa menjadikan batu akik salah adalah apabila batu akik dianggap sebagai batu yang dapat mengatur takdir kita, seperti bisa memperlancar rezeki, menemukan jodoh, menolak bala bahaya, dan semacam hal yang seharusnya sudah diatur oleh Allah SWT. Mengutip dari apa yang dikatakan oleh salah satu penulis terkenal di Indonesia, yaitu Tere Liye, dia menuliskan seperti ini,”Batu adalah batu. Jika ada yang percaya batu bisa memberikan aura, berkah, jauh dari bala, lancar rezeki, maka dia telah mundur bahkan lebih jauh dibandingkan jaman batu. Batu adalah batu. Posisinya hanyalah hiasan indah. Sedap dipandang mata. Sama seperti punya sepatu, atau pakaian bagus. Hanya itu.”. Yapssss… Itulah sama dengan apa yang ku pikirkan dan apa yang ku rasakan di saat mulai terkenalnya batu-batu akik.

Oke… Sekian untuk hari ini… Setidaknya aku tidak ingin merasakan kegalauanku seperti kemarin… Byee~


Selamat bulan Ramadhan dan selamat menunaikan ibadah puasa. :)



0 komentar:

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea