Segenggam hati yang telah
membentuk cinta selamanya takkan bisa terhapus begitu saja, maaf atas keputusan
bodoh yang sudah kubuat, tak seharusnya aku melakukan kebodohan yang
berdasarkan egoisme perasaanku. Dari sini aku belajar bahwa seharusnya
keputusan diambil dengan penuh konsekuensi dan penyesalan atas keputusan itu
tak seharusnya ada. Cinta aku belajar darimu dan setiap hari kusisihkan cintaku
untuk hatimu yang ada disana.
Kriiinnnggg!!! Pelajaran pun
dimulai, seperti biasa para siswa memulai kegiatan belajar. Saat itu
konsentrasiku dan seluruh siswa yang ada di kelasku yang
tengah memperhatikan guru yang ada di depan kelas terhenti sejenak
di saat suara ketukan pintu berbunyi dan munculah Wakil Kepala Sekolah kami beserta
seorang cowok yang belum pernah aku dan temanku kenal. Pada saat itu
Wakasek kami berbicara di hadapan kami semua dengan suara yang
keras,“Anak–anak, dikelas kalian ini ada siswa baru, dia murid pindahan dari
SMA Wijaya Kusuma. Saya harap kalian bisa bersikap baik sebagaimana
mestinya terhadap dia.”
Pikiranku langsung terarah
pada cowok tersebut. SMA Wijaya Kusuma merupakan salah satu SMA terelit di Kota
ini, tajir juga nih cowok, udah cakep, keren, kayaknya sih otaknya juga
encer. Perfect.
Kemudian pak guru menyuruh anak itu untuk memperkenalkan dirinya. Memang
terlihat dari wajah anak itu sedikit keraguan, tapi akhirnya dia segera membuka
mulutnya untuk bersuara. Dia kemudian langsung memperkenalkan diri kepada kami
semua,“Nama saya Randy, saya dari SMA Wijaya Kusuma. Senang berkenalan dengan
kalian semua.”
Setelah dia memperkenalkan
diri, kemudian Wakasek kami menyuruh dia untuk duduk di bangku yang
masih kosong. Waw… Kebetulan bangku disebelahku kosong, semoga ini
keberuntungan buat aku. Nggak tahu kenapa kok kayaknya love at first
seeing, tuh cowok kayaknya
punya pesona tersendiri, lain daripada yang lain. Saat itu juga Randy langsung
duduk disebelahku. Ihiiirrr… Seneng banget rasanya cowok secakep itu bisa
didekatku. Temen-temen kayaknya ngiri tuh. Tapi aku gak boleh lama-lama
mengagumi dia, karena aku harus ngelanjutin pelajaran yang sempat tertunda
tadi.
***
Sudah waktunya istirahat
dan sekarang juga saatnya aku untuk berkenalan dengannya, supaya lebih deket gitu.
Aku mulai bertanya
padanya,“Hayyy… Nama kamu Randy ya? Kalau boleh tau rumah kamu di
mana sih?”, saat itu dia diam saja. Tapi beberapa lama kemudian dia kemudian
menjawab,
“Rumah ku deket kok dari
sini, kebetulan aku juga baru pindah. Tapi aku lupa nama jalannya itu apa, tapi
seingat aku di deket Lapangan gitu.”. Dalam hati aku berpikir, lapangan? itu
kan letaknya di sebelah gang rumahku, berarti rumahnya deket donk sama rumahku.
Kemudian, aku berkata,
“Jalan itu namanya jalan
Adipura, berarti deket donk sama rumah ku? Kalau begitu kita bisa pulang bareng
dong?”. Ini kayaknya menjadi kesempatan emasku, kali ini aku yang
akan belajar untuk mendekati laki-laki dulu, tapi aku nggak mau terbilang
agresif, jual mahal donk. Dia kemudian langsung mengiyakan ajakan ku,YES! Lengkaplah
sudah keberanianku hari ini.
Bel tanda pulang sudah berbunyi, aku menanti waktu ini untuk bisa pulang bareng
dia. Kami keluar dari kelas bersama-sama. Setelah ku perhatikan dia orangnya
pendiam juga. Sampailah kami di gerbang sekolah, dia memintaku untuk menunggu
di gerbang itu. Aku bertanya-tanya dalam hati memangnya apa yang mau diambilnya
lagi? Tapi aku menurut saja. Tidak berapa lama kemudian, dia muncul dengan
menaiki sepeda motor, KEREN!!!! OMG… Mimpi apa nih aku semalam di
bonceng cowok cakep kayak Randy?!! YES….YES……..YES… hehehe …
Hampir satu tahun sudah
berlalu semenjak hari itu. Hubungan pertemananku semakin akrab. Tapi, anehnya
dia hanya mau berteman dan dekat denganku. Padahal dia tau, banyak juga cewek
di sekolah ini yang juga sangat mengaguminya. Tapi, sepertinya dia tidak
peduli, malah dia gencar untuk menjauhi mereka semua dan cuma mau berteman
denganku. Namun, lama-kelamaan timbul rasa aneh yang ku takuti, aku
nggak mau jikalau rasa itu timbul padaku. Kusadari, aku tak bisa menolaknya.
Ternyata aku menyukai Randy!!! Oh Tuhan… Hapuslah rasa ini! Kenapa rasa itu
sampai terjadi dan menimpaku? Beruntungnya aku bisa menutupi rasa itu dari
Randy karena ku tidak mau berharap lebih darinya. Aku dan dia hanyalah untuk
berteman.
***
Hari itu praktek olahraga. Semua teman-teman sekelasku sudah berada di
lapangan. Namun, aku tak melihat sosok Randy, akhirnya kuputuskan untuk
mencarinya di dalam kelas. Sesampainya di kelas, aku melihat Randy duduk di
bangkunya sendirian. Aku bertanya padanya,“Ran, kamu kok gak ke lapangan, gak
ikut olahraga? Atau kamu lagi sakit ya?”. Saat itu juga dia langsung menjawab,
“Gak kok, cuma gak enak
badan aja”. Aku langsung menempelkan telapak tangan ku di dahinya, dan sontak
saja aku terkejut. Badannya panas banget! Aku memberinya saran supaya di bawa
ke ruang UKS saja dan bisa istirahat sejenak disana tapi dia menolak.
Walaupun begitu, tetap saja aku akan memberitahukan ini ke petugas UKS sekolah
kami. Ketika aku akan pergi, dia menarik tanganku dan mendekatkanku ke
wajahnya.
“Udah… Nggak usah khawatir
yah, aku baik-baik aja kok kamu tenang aja.”. Waw….wajahnya deket banget dengan
wajahku, sontak yang terasa hanya deg-degan yang muncul dari dadaku, semua
terasa bergejolak, tapi segera ku lepaskan tangannya. Namun, sepertinya di
menolak karena dia tetap menggenggam tanganku.
“Andien… Ada sesuatu yang
ingin ku katakan padamu… Tapi aku takut kamu bakalan marah” terdengar suaranya
ragu-ragu.
Segera ku menjawab,“Memangnya
apa yang ingin kamu katakan, Ran?”. Dia terdiam sejenak, dan dilanjutkan
ucapannya,
“Sebenarnya dari dulu aku
suka sama kamu, aku sayang sama kamu, Ndien! Awalnya aku udah tau siapa kamu,
sebelumnya aku pernah melihatmu membaca buku di taman dekat lapangan
yang ada didekat gang rumahmu, pertama melihatmu aku langsung
tertarik, saat itu aku sedang melintas disana bersama teman-temanku dan kulihat
kamu tetap memperhatikan apa yang kamu baca, karena aku memang baru di daerah
itu jadi aku belum mengenalmu, kemudian ku beranikan diri menanyakan tentang
kamu pada teman-teman baruku yang tinggal di sekitar alamatmu, alhasil aku
mengetahui siapa kamu! Dimana rumahmu! Dan dimana sekolahku, dan itulah yang
membawaku pindah ke sekolah ini. Awalnya papaku tak menyetujui keinginanku kali
ini, Tapi akhirnya papaku menuruti keinginanku, dan kamu tau kanapa aku memaksa
untuk tetap bersekolah disini? Karena aku ingin mengenalmu lebih dekat, aku
ingin kamu dan aku akhirnya bersama. Alhasil, keinginanku terkabul. Tapi
aku tidak tahu pasti kamu mau menerimaku atau tidak. Yang pasti aku sudah
berkata jujur padamu karena sudah dari dulu perasaan ini aku pendam. Andien… Aku
mau kamu berkata jujur padaku, kamu mau menerima aku jadi pacarmu?”, pertanyaan
Randy saat itu membuatku terkejut setengah hidup, mengapa tidak? Sejak awal aku
mengaguminya dan ternyata dia diam-diam juga menyukaiku. YES…! Ternyata
pengorbanannya cukup besar juga untukku.
Beberapa saat kemudian dan
dengan sedikit malu-malu, aku langsung menjawab, “Aku tidak menyangka akan
jadinya begini, tapi tahukah kamu Ran, dari dulu juga aku sudah menyukaimu… Dan
aku juga menerimamu menjadi pacarku. Hehe…”. Pernyataan itu membuat Randy terkejut.
Dia langsung bertanya,“Kamu yakin dengan jawabanmu itu?”.
“Ya, aku sangat yakin!”
langsung ku jawab pertanyaannya. Saat itu juga dia melonjak kegirangan dan
langsung memelukku dan Sepertinya dia sudah melupakan rasa sakitnya. Namun,
saat itu juga ku melepaskan pelukannya dan ku katakan padanya
kalau aku harus melanjutkan olahragaku yang sempat tertunda tadi.
Tapi, sebelum aku pergi aku memaksanya untuk tetap pergi keruang UKS. Mungkin
karena saking senangnya, dia langsung menuruti perintahku.
“Hati-hati ya sayang”, ucapnya
padaku. Dengan tersenyum ku juga menjawab,“Iya sayang, cepat sembuh juga ya,
jangan lupa minum obat”, ku langsung beranjak pergi dan berlari sambil melonjak
kegirangan. I Love This Day. Laa…
La… Laalaaa…
Sudah sebulan kami jadian
dan belum ada dari temen-teman kami yang mengetahuinya. Hal itu memang sengaja
kami lakukan karena aku tahu Randy amatlah populer di sekolahku. Sebenarnya
Randy ingin semua orang mengetahui tentang hubungan ini, tapi ku menolaknya
begitu saja.
3 bulan sudah hubungan kami
berlangsung. Namun, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Randy dariku, aku
tak tau pasti itu apa, tapi akulah pacarnya secara tidak langsung rasa batin
itu tetap ada. Aku tidak mau berprasangka buruk padanya, karena aku tau Randy
adalah cowok yang setia. Dia amat menyayangiku jadi tidak mungkin dia
mengkhianati hubungan kami.
Suatu saat, hatiku mulai
merasakan gejolak yang lain, saat itu aku memergoki Randy sedang membaca
selembar kertas, tapi begitu mengetahui kedatanganku, dia langsung
menyembunyikannya. Aku berusaha memaksanya untuk melihat, tapi dia menolak.
Saat itulah kecurigaan ku berawal.
Sebulan kemudian, Randy
mengatakan bahwa dia akan pergi selama dua minggu dan dia tidak memberitahukan
kemana kepergiannya saat itu kepadaku. Sebagai pacar, sepertinya aku tidak di
hargai. Masak dia pergi selama itu dia tidak memberitahuku? Saat
itulah rasa cintaku mulai hamper terkikis, aku mulai sebal dengannya, dan
disaat kepulangannya, dia langsung mendatangi rumahku, dia langsung bertanya,“Yank
kamu kok nggak ngehubungi aku beberapa hari ini?”,
disaat itu juga ku langsung
menjawab,“Gak salah? Kayaknya kamu deh yang kayak gitu. Kemana aja kamu dua
minggu terakhir? Kamu sama sekali nggak kasih kabar ke aku? Aku ini kan pacar
kamu!!!”. Dia terdiam sejenak dan sepertinya dia tidak bisa menjawab
pertanyaanku. Melihat responnya seperti itu, aku langsung mengatakan padanya,“Kamu
gak berani jawab kan??”,
“Bukan gitu yank… Aku
per…gi a…ku pe..rgi ke….”Dengan terbata-bata dia menjawabnya dan ku langsung
memotong pembicaraannya,
“Sudah jelas kan semua? Menjawab
itu saja kamu ketakutan, berarti dugaanku selama ini benar, kamu Selingkuh! Ya
sudahlah gini aja, buat apa dipertahankan lagi, mulai hari ini kita
putus saja!”. Begitu mendengar keputusanku, dia langsung menjawab,
“Kok secepat itu keputusan
kamu? Ini semua bisa aku jelaskan, Ndien”,
“Nggak ada yang perlu kamu
jelaskan lagi, semuanya kan sudah jelas, mulai sekarang, anggap saja kita gak
ada hubungan apa-apa”. Di saat mendengar ucapanku, ku lihat dia menangis.
Dia langsung berkata,“Kalau
memang ini keputusan kamu, ku terima semuanya. Tapi kamu harus tau, tidak ada
cewek lain selain kamu. Aku bukan cowok seperti yang kamu bayangkan. Di dalam
hati ini tulus mencintai kamu. Terima kasih karena kamu sempat menjadi orang
yang istimewa di hidupku. Tapi, walaupun kita sudah tidak ada hubungan lagi,
aku tidak akan pernah melupakanmu. Jaga diri baik-baik yah! Maaf selama ini aku
belum bisa jadi yang terbaik buat kamu.”.
Itulah kata-kata terakhir
yang ku dengar dari mulutnya. Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya itu,
dia langsung pergi meninggalkanku. Tapi, jauh dalam lubuk hati
terdalam, aku tidak ingin perpisahan ini sampai terjadi, dialah hal terindah di
hidupku yang pernah kudapat. I’ll Always Love You walaupun kau
tak bersamaku lagi.
***
Hari-hari di sekolah terasa tidak istimewa lagi setelah kejadian itu. Memang,
setelah dia datang menemuiku waktu itu, dia tidak pernah datang lagi kesekolah.
Aku merasa ada yang menghilang dari dalam hidupku. Rasanya sakit, perih, pedih,
kenapa aku harus merasakan yang seperti ini. Randy, kamu kemana? Hariku sepi
tanpamu! Give me ur sweetest smile, I miss you so much.
Seminggu kemudian, disaat seisi kelasku sedang berkonsentrasi melihat guru
menjelaskan pelajaran di depan kelas. Namun, terhenti sejenak di saat wakil
kepala sekolahku datang, sepertinya ada sesuatu yang ingin di beritahukannya.
Wajahnya terlihat masam, sepertinya ada sesuatu yang sulit untuk diucapkan.
Wakil Kepala sekolah kami dengan raut wajah serius memberitahukan sesuatu yang
pada akhirnya sulit untuk ku percaya, dan sulit untuk ku terima,“Anak-anak, di
sekolah ini kita baru saja kehilangan murid sekaligus teman kalian. Dia di
panggil yang maha Kuasa tadi malam, dengan keadaan tenang, Randy Deizthera. Dia
menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah sakit Singapore saat setelah
operasi atas penyakit yang di deritanya, kanker otak. Semoga arwahnya diterima
di sisi Tuhan yang maha kuasa, marilah kita mendoakan semoga dia mendapatkan
ketenangan yang indah.”.
Sontak teman-teman langsung
berteriak histeris, hampir semua cewek di kelasku menangis histeris, tak
sedikit pula teman-teman cowok yang juga menangis, guru dan wakil kepala
sekolahku juga tak dapat membendung air mata mereka. Sungguh hari ini adalah
hari terberat yang pernah ada dalam hidupku. Sepertinya dunia ini berputar dan
berguncang hebat, badanku langsung lemas. Aku gak percaya dengan kenyataan ini,
aku menangis histeris dan mengutuk diriku sendiri atas semua yang telah
terjadi. Ternyata ini yang dia sembunyikan dari ku. Randy, jangan tinggalin
aku! Aku sayang sama kamu, kenapa kamu tega ninggalin aku seperti ini?
Sepulang sekolah, aku langsung berlari menuju rumahnya, air mataku rasanya
belum habis walau sudah ku keluarkan di sekolah tadi. Sesampainya di depan
rumah Randy, terlihat ada banyak orang di sana dan juga sebuah karangan bunga
menandakan bahwa ada yang berduka cita di sana. Tanpa menunggu lama lagi, aku
langsung memasuki rumahnya dan aku sangat terkejut melihat sosok yang terbaring
di sana. Batin ini menjerit histeris, aku masih tidak terima atas kenyataan
ini. Tuhan, berat sekali harus melepasnya seperti ini, adakah sesuatu yang
dapat ku lakukan asal aku dapat bertemunya satu kali lagi, dan ingin ku
ungkapkan kalau aku tidak bisa menerima kenyataan ini, ingin ku ungkapkan semua
yang ada, dan ingin ku tumpahkan seluruh cinta dan sayang yang aku punya untuk
dirinya. Namun, kenapa ini terjadi begitu saja dan kenapa ini serasa cepat
terjadi?? Ku masih mencintai dia, tapi dia begitu cepat meninggalkanku, sulit
untuk ku bisa melupakannya.
Disaat ku larut dalam
tangisan, terasa pundakku di tepuk. Setelah menoleh ke belakang, aku melihat
seorang cewek yang sepertinya masih SMP dan memberiku isyarat bahwa
dia ingin berbicara padaku. Aku pun mengikutinya ke sebuah kamar yang ternyata
itu adalah kamar Randy. Di sana aku melihat fotoku tetap menghiasi
dindingnya, tidak ku sangka, begitu besarnyakah rasanya
untukku? walaupun aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi
dengannya, dia tetap mencintaiku. Oh … Tuhan, betapa jahatnya diriku
memutuskannya begitu saja disaat dia membutuhkanku, dan disaat-saat terakhirnya
justru orang yang dicintainya tak dapat bersamanya. Ku lihat cewek yang
ternyata adiknya Randy itu memberikan sebuah surat padaku. Dia mengatakan
sebelum kakaknya itu menghembuskan nafasnya yang terakhir, dia menyuruh adiknya
memberikan surat itu padaku sesuai wajah yang ada di dalam foto itu. Dan
setelah ku buka, ku langsung menangis sejadi-jadi nya ketika ku baca isinya
berat sekali membuka surat itu aku belum bisa menerima kenyataan ini. Di
suratnya tersebut, dia menuliskan:
dear Andien….
Yang Tercinta dan yang
selalu kusayang.
Kaulah yang selalu ada di
hatiku.
Apapun yang terjadi
berusahalah untuk tetap tegar dan tersenyum.
Ketika kamu membaca surat ini, berarti aku sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Maafkan aku jika selama ini aku menyembunyikan semuanya darimu, aku
tidak mau kamu terus kepikiran atas keadaanku ini. Ketika kamu melihat aku
menyembunyikan sebuah kertas, itu adalah catatan mengenai penyakitku, aku tidak
mau kau sampai mengetahui semuanya, dengan berat hati aku menyembunyikan
semuanya dan ketika itu juga aku tidak memberitahukan kepergianku selama 2
minggu, karena aku tidak ingin kamu mengkhawatirkanku karena di saat itu aku
ingin menjalankan operasiku yang ketiga… yach aku memang aku mengidap penyakit
kanker otak…aku tidak ingin kamu mengetahui penyakitku yang sebenarnya karena
ku takut kamu tidak mau menerimaku dan malah meninggalkanku begitu saja.
Ketahuilah Andien….kamu
begitu berarti bagiku. Aku tidak mau sampai mengecewakanmu, aku tidak mau
sampai kehilangan kamu, tapi perpisahan itu telah terjadi, asal kamu tahu
sebenarnya hatiku hancur saat itu semua terjadi, aku hanya bisa menangisi
keadaan atas keputusanmu, sejenak aku berfikir kalau kamu jahat memberi
keputusan seperti itu, tapi aku harus menerimanya jika itu dapat membuatmu
senang, dan aku yakin kita tetap mencintai walaupun tak harus bersama.
Walaupun aku sudah tidak di
dunia ini lagi, tapi aku akan tetap mencintaimu dan tetap memperhatikanmu di
sana. Mohon jangan tangisi kepergianku karena itu akan membuat hatiku sakit dan
tidak tega meninggalkanmu… Aku akan tetap selalu di hatimu dan selalu
menjagamu…… Kau yang terindah…
The End
I don't know but i believe
That some things are meant
to be
And that you'll make a
better me
Everyday I love you
I never thought that dreams
came true
But you showed me that they
do
You know that i learn
something new
Everyday i love you
Coz I believe that destiny
is out of our control
And you'll never live
Until you love with all
your heart and soul
It's a touch when I feel
bad
It's a smile when I ged mad
And all the things I have
Everyday I love you
If I ask, will you say yes?
Together we're the very
best
I know that I am truly
blessed
Everyday I love you
And I'll give you my best
Everyday I love you....
Yang mencintaimu,
Randy
Tangisanku tak bisa di
bendung lagi ketika membaca surat itu. Ternyata aku telah salah menilainya,
kesetiaannya yang begitu kuat tapi aku meragukannya, hanya atas sekilas yang
aku tahu, cintanya begitu besar untukku tapi aku membalas dengan malah
menyakitinya.
Maafkan aku Ran, aku telah
sangat bersalah karena telah berburuk sangka padamu. Tapi ku lakuin itu karena
aku sangat sayang padamu, aku gak mau kamu meninggalkanmu dan melihat kamu
pergi dengan yang lain, tapi semuanya telah terlambat, aku tak bisa berbuat
apa-apa lagi, yang bisa kulakukan hanya menangis dan terus menangis. Aku ikut
mengantarkan Ran di tempat peristirahatannya yang terakhir. Walaupun air mata
ini terus mengalir, tapi aku harus ikhlas melepasnya. Mungkin hanya surga
tempat yang pantas untuk orang sebaik dia.
Selamat jalan Ran… Aku akan
tetap mengenangmu meskipun kita telah berpisah, namun hati ini masih untukmu.
Tak sedikitpun aku bisa melepasmu begitu saja, di setiap do’aku akan kuselipkan
namamu, agar Tuhan tahu bahwa kamulah orang yang paling berarti dalam hidupku
dan kamulah yang memberiku arti cinta sebenarnya.
THE END
0 komentar:
Posting Komentar