Senin, 15 Desember 2014

Tak Tertinggal

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/15/2014 09:55:00 AM
Segenggam hati yang telah membentuk cinta selamanya takkan bisa terhapus begitu saja, maaf atas keputusan bodoh yang sudah kubuat, tak seharusnya aku melakukan kebodohan yang berdasarkan egoisme perasaanku. Dari sini aku belajar bahwa seharusnya keputusan diambil dengan penuh konsekuensi dan penyesalan atas keputusan itu tak seharusnya ada. Cinta aku belajar darimu dan setiap hari kusisihkan cintaku untuk hatimu yang ada disana.


Kriiinnnggg!!! Pelajaran pun dimulai, seperti biasa para siswa memulai kegiatan belajar. Saat itu konsentrasiku dan seluruh siswa yang ada di kelasku yang tengah  memperhatikan guru yang ada di depan kelas terhenti sejenak di saat suara ketukan pintu berbunyi dan munculah Wakil Kepala Sekolah kami beserta seorang cowok yang belum pernah aku dan temanku kenal. Pada saat itu Wakasek  kami berbicara di hadapan kami semua dengan suara yang keras,“Anak–anak, dikelas kalian ini ada siswa baru, dia murid pindahan dari SMA Wijaya Kusuma. Saya harap kalian bisa bersikap baik sebagaimana mestinya terhadap dia.”

Pikiranku langsung terarah pada cowok tersebut. SMA Wijaya Kusuma merupakan salah satu SMA terelit di Kota ini, tajir juga nih cowok, udah cakep, keren, kayaknya sih otaknya juga encer. Perfect.

Kemudian pak guru menyuruh anak itu untuk memperkenalkan dirinya. Memang terlihat dari wajah anak itu sedikit keraguan, tapi akhirnya dia segera membuka mulutnya untuk bersuara. Dia kemudian langsung memperkenalkan diri kepada kami semua,“Nama saya Randy, saya dari SMA Wijaya Kusuma. Senang berkenalan dengan kalian semua.”

Setelah dia memperkenalkan diri, kemudian Wakasek  kami menyuruh dia untuk duduk di bangku yang masih kosong. Waw… Kebetulan bangku disebelahku kosong, semoga ini keberuntungan buat aku. Nggak tahu kenapa kok kayaknya love at first seeing, tuh cowok kayaknya punya pesona tersendiri, lain daripada yang lain. Saat itu juga Randy langsung duduk disebelahku. Ihiiirrr… Seneng banget rasanya cowok secakep itu bisa didekatku. Temen-temen kayaknya ngiri tuh. Tapi aku gak boleh lama-lama mengagumi dia, karena aku harus ngelanjutin pelajaran yang sempat tertunda tadi.

***

Sudah waktunya istirahat dan sekarang juga saatnya aku untuk berkenalan dengannya, supaya lebih deket gitu.
Aku mulai bertanya padanya,“Hayyy… Nama kamu Randy ya? Kalau boleh tau rumah kamu di mana sih?”, saat itu dia diam saja. Tapi beberapa lama kemudian dia kemudian menjawab,
“Rumah ku deket kok dari sini, kebetulan aku juga baru pindah. Tapi aku lupa nama jalannya itu apa, tapi seingat aku di deket Lapangan gitu.”. Dalam hati aku berpikir, lapangan? itu kan letaknya di sebelah gang rumahku, berarti rumahnya deket donk sama rumahku. Kemudian, aku berkata,
“Jalan itu namanya jalan Adipura, berarti deket donk sama rumah ku? Kalau begitu kita bisa pulang bareng dong?”. Ini kayaknya menjadi  kesempatan emasku, kali ini aku yang akan belajar untuk mendekati laki-laki dulu, tapi aku nggak mau terbilang agresif, jual mahal donk. Dia kemudian langsung mengiyakan ajakan ku,YES! Lengkaplah sudah keberanianku hari ini.

Bel tanda pulang sudah berbunyi, aku menanti waktu ini untuk bisa pulang bareng dia. Kami keluar dari kelas bersama-sama. Setelah ku perhatikan dia orangnya pendiam juga. Sampailah kami di gerbang sekolah, dia memintaku untuk menunggu di gerbang itu. Aku bertanya-tanya dalam hati memangnya apa yang mau diambilnya lagi? Tapi aku menurut saja. Tidak berapa lama kemudian, dia muncul dengan menaiki sepeda motor, KEREN!!!! OMG… Mimpi apa nih aku semalam di bonceng cowok cakep kayak Randy?!! YES….YES……..YES… hehehe …

Hampir satu tahun sudah berlalu semenjak hari itu. Hubungan pertemananku semakin akrab. Tapi, anehnya dia hanya mau berteman dan dekat denganku. Padahal dia tau, banyak juga cewek di sekolah ini yang juga sangat mengaguminya. Tapi, sepertinya dia tidak peduli, malah dia gencar untuk menjauhi mereka semua dan cuma mau berteman denganku. Namun,  lama-kelamaan timbul rasa aneh yang ku takuti, aku nggak mau jikalau rasa itu timbul padaku. Kusadari, aku tak bisa menolaknya. Ternyata aku menyukai Randy!!! Oh Tuhan… Hapuslah rasa ini! Kenapa rasa itu sampai terjadi dan menimpaku? Beruntungnya aku bisa menutupi rasa itu dari Randy karena ku tidak mau berharap lebih darinya. Aku dan dia hanyalah untuk berteman.

***

Hari itu praktek olahraga. Semua teman-teman sekelasku sudah berada di lapangan. Namun, aku tak melihat sosok Randy, akhirnya kuputuskan untuk mencarinya di dalam kelas. Sesampainya di kelas, aku melihat Randy duduk di bangkunya sendirian. Aku bertanya padanya,“Ran, kamu kok gak ke lapangan, gak ikut olahraga? Atau kamu lagi sakit ya?”. Saat itu juga dia langsung menjawab,
“Gak kok, cuma gak enak badan aja”. Aku langsung menempelkan telapak tangan ku di dahinya, dan sontak saja aku terkejut. Badannya panas banget! Aku memberinya saran supaya di bawa ke ruang UKS saja dan bisa istirahat sejenak disana tapi dia menolak. Walaupun begitu, tetap saja aku akan memberitahukan ini ke petugas UKS sekolah kami. Ketika aku akan pergi, dia menarik tanganku dan mendekatkanku ke wajahnya.
“Udah… Nggak usah khawatir yah, aku baik-baik aja kok kamu tenang aja.”. Waw….wajahnya deket banget dengan wajahku, sontak yang terasa hanya deg-degan yang muncul dari dadaku, semua terasa bergejolak, tapi segera ku lepaskan tangannya. Namun, sepertinya di menolak karena dia tetap menggenggam tanganku.
“Andien… Ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu… Tapi aku takut kamu bakalan marah” terdengar suaranya ragu-ragu.
Segera ku menjawab,“Memangnya apa yang ingin kamu katakan, Ran?”. Dia terdiam sejenak, dan dilanjutkan ucapannya,
“Sebenarnya dari dulu aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu, Ndien! Awalnya aku udah tau siapa kamu, sebelumnya aku pernah melihatmu membaca buku di taman dekat  lapangan yang ada didekat  gang rumahmu, pertama melihatmu aku langsung tertarik, saat itu aku sedang melintas disana bersama teman-temanku dan kulihat kamu tetap memperhatikan apa yang kamu baca, karena aku memang baru di daerah itu jadi aku belum mengenalmu, kemudian ku beranikan diri menanyakan tentang kamu pada teman-teman baruku yang tinggal di sekitar alamatmu, alhasil aku mengetahui siapa kamu! Dimana rumahmu! Dan dimana sekolahku, dan itulah yang membawaku pindah ke sekolah ini. Awalnya papaku tak menyetujui keinginanku kali ini, Tapi akhirnya papaku menuruti keinginanku, dan kamu tau kanapa aku memaksa untuk tetap bersekolah disini? Karena aku ingin mengenalmu lebih dekat, aku ingin kamu dan aku akhirnya bersama. Alhasil,  keinginanku terkabul. Tapi aku tidak tahu pasti kamu mau menerimaku atau tidak. Yang pasti aku sudah berkata jujur padamu karena sudah dari dulu perasaan ini aku pendam. Andien… Aku mau kamu berkata jujur padaku, kamu mau menerima aku jadi pacarmu?”, pertanyaan Randy saat itu membuatku terkejut setengah hidup, mengapa tidak? Sejak awal aku mengaguminya dan ternyata dia diam-diam juga menyukaiku. YES…! Ternyata pengorbanannya cukup besar juga untukku.

Beberapa saat kemudian dan dengan sedikit malu-malu, aku langsung menjawab, “Aku tidak menyangka akan jadinya begini, tapi tahukah kamu Ran, dari dulu juga aku sudah menyukaimu… Dan aku juga menerimamu menjadi pacarku. Hehe…”. Pernyataan itu membuat Randy terkejut. Dia langsung bertanya,“Kamu yakin dengan jawabanmu itu?”.
“Ya, aku sangat yakin!” langsung ku jawab pertanyaannya. Saat itu juga dia melonjak kegirangan dan langsung memelukku dan Sepertinya dia sudah melupakan rasa sakitnya. Namun, saat itu juga ku melepaskan pelukannya dan ku katakan padanya kalau  aku harus melanjutkan olahragaku yang sempat tertunda tadi. Tapi, sebelum aku pergi aku memaksanya untuk tetap pergi keruang UKS. Mungkin karena saking senangnya, dia langsung menuruti perintahku.
“Hati-hati ya sayang”, ucapnya padaku. Dengan tersenyum ku juga menjawab,“Iya sayang, cepat sembuh juga ya, jangan lupa minum obat”, ku langsung beranjak pergi dan berlari sambil melonjak kegirangan. I Love This Day. Laa… La… Laalaaa…

Sudah sebulan kami jadian dan belum ada dari temen-teman kami yang mengetahuinya. Hal itu memang sengaja kami lakukan karena aku tahu Randy amatlah populer di sekolahku. Sebenarnya Randy ingin semua orang mengetahui tentang hubungan ini, tapi ku menolaknya begitu saja.

3 bulan sudah hubungan kami berlangsung. Namun, sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Randy dariku, aku tak tau pasti itu apa, tapi akulah pacarnya secara tidak langsung rasa batin itu tetap ada. Aku tidak mau berprasangka buruk padanya, karena aku tau Randy adalah cowok yang setia. Dia amat menyayangiku jadi tidak mungkin dia mengkhianati hubungan kami.

Suatu saat, hatiku mulai merasakan gejolak yang lain, saat itu aku memergoki Randy sedang membaca selembar kertas, tapi begitu mengetahui kedatanganku, dia langsung menyembunyikannya. Aku berusaha memaksanya untuk melihat, tapi dia menolak. Saat itulah kecurigaan ku berawal.

Sebulan kemudian, Randy mengatakan bahwa dia akan pergi selama dua minggu dan dia tidak memberitahukan kemana kepergiannya saat itu kepadaku. Sebagai pacar, sepertinya aku tidak di hargai. Masak  dia pergi selama itu dia tidak memberitahuku? Saat itulah rasa cintaku mulai hamper terkikis, aku mulai sebal dengannya, dan disaat kepulangannya, dia langsung mendatangi rumahku, dia langsung bertanya,“Yank kamu kok  nggak ngehubungi aku beberapa hari ini?”,
disaat itu juga ku langsung menjawab,“Gak salah? Kayaknya kamu deh yang kayak gitu. Kemana aja kamu dua minggu terakhir? Kamu sama sekali nggak kasih kabar ke aku? Aku ini kan pacar kamu!!!”. Dia terdiam sejenak dan sepertinya dia tidak bisa menjawab pertanyaanku. Melihat responnya seperti itu, aku langsung mengatakan padanya,“Kamu gak berani jawab kan??”,
“Bukan gitu yank… Aku per…gi a…ku pe..rgi ke….”Dengan terbata-bata dia menjawabnya dan ku langsung memotong pembicaraannya,
“Sudah jelas kan semua? Menjawab itu saja kamu ketakutan, berarti dugaanku selama ini benar, kamu Selingkuh! Ya sudahlah gini aja, buat apa dipertahankan lagi,  mulai hari ini kita putus saja!”. Begitu mendengar keputusanku, dia langsung menjawab,
“Kok secepat itu keputusan kamu? Ini semua bisa aku jelaskan, Ndien”,
“Nggak ada yang perlu kamu jelaskan lagi, semuanya kan sudah jelas, mulai sekarang, anggap saja kita gak ada hubungan apa-apa”. Di saat mendengar ucapanku, ku lihat dia menangis.
Dia langsung berkata,“Kalau memang ini keputusan kamu, ku terima semuanya. Tapi kamu harus tau, tidak ada cewek lain selain kamu. Aku bukan cowok seperti yang kamu bayangkan. Di dalam hati ini tulus mencintai kamu. Terima kasih karena kamu sempat menjadi orang yang istimewa di hidupku. Tapi, walaupun kita sudah tidak ada hubungan lagi, aku tidak akan pernah melupakanmu. Jaga diri baik-baik yah! Maaf selama ini aku belum bisa jadi yang terbaik buat kamu.”.
Itulah kata-kata terakhir yang ku dengar dari mulutnya. Setelah mengucapkan kata-kata terakhirnya itu, dia langsung pergi meninggalkanku. Tapi, jauh  dalam lubuk hati terdalam, aku tidak ingin perpisahan ini sampai terjadi, dialah hal terindah di hidupku yang pernah kudapat. I’ll Always Love You walaupun kau tak bersamaku lagi.

***

Hari-hari di sekolah terasa tidak istimewa lagi setelah kejadian itu. Memang, setelah dia datang menemuiku waktu itu, dia tidak pernah datang lagi kesekolah. Aku merasa ada yang menghilang dari dalam hidupku. Rasanya sakit, perih, pedih, kenapa aku harus merasakan yang seperti ini. Randy, kamu kemana? Hariku sepi tanpamu! Give me ur sweetest smileI miss you so much.

Seminggu kemudian, disaat seisi kelasku sedang berkonsentrasi melihat guru menjelaskan pelajaran di depan kelas. Namun, terhenti sejenak di saat wakil kepala sekolahku datang, sepertinya ada sesuatu yang ingin di beritahukannya. Wajahnya terlihat masam, sepertinya ada sesuatu yang sulit untuk diucapkan. Wakil Kepala sekolah kami dengan raut wajah serius memberitahukan sesuatu yang pada akhirnya sulit untuk ku percaya, dan sulit untuk ku terima,“Anak-anak, di sekolah ini kita baru saja kehilangan murid sekaligus teman kalian. Dia di panggil yang maha Kuasa tadi malam, dengan keadaan tenang, Randy Deizthera. Dia menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah sakit Singapore saat setelah operasi atas penyakit yang di deritanya, kanker otak. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan yang maha kuasa, marilah kita mendoakan semoga dia mendapatkan ketenangan yang indah.”.

Sontak teman-teman langsung berteriak histeris, hampir semua cewek di kelasku menangis histeris, tak sedikit pula teman-teman cowok yang juga menangis, guru dan wakil kepala sekolahku juga tak dapat membendung air mata mereka. Sungguh hari ini adalah hari terberat yang pernah ada dalam hidupku. Sepertinya dunia ini berputar dan berguncang hebat, badanku langsung lemas. Aku gak percaya dengan kenyataan ini, aku menangis histeris dan mengutuk diriku sendiri atas semua yang telah terjadi. Ternyata ini yang dia sembunyikan dari ku. Randy, jangan tinggalin aku! Aku sayang sama kamu, kenapa kamu tega ninggalin aku seperti ini?

Sepulang sekolah, aku langsung berlari menuju rumahnya, air mataku rasanya belum habis walau sudah ku keluarkan di sekolah tadi. Sesampainya di depan rumah Randy, terlihat ada banyak orang di sana dan juga sebuah karangan bunga menandakan bahwa ada yang berduka cita di sana. Tanpa menunggu lama lagi, aku langsung memasuki rumahnya dan aku sangat terkejut melihat sosok yang terbaring di sana. Batin ini menjerit histeris, aku masih tidak terima atas kenyataan ini. Tuhan, berat sekali harus melepasnya seperti ini, adakah sesuatu yang dapat ku lakukan asal aku dapat bertemunya satu kali lagi, dan ingin ku ungkapkan kalau aku tidak bisa menerima kenyataan ini, ingin ku ungkapkan semua yang ada, dan ingin ku tumpahkan seluruh cinta dan sayang yang aku punya untuk dirinya. Namun, kenapa ini terjadi begitu saja dan kenapa ini serasa cepat terjadi?? Ku masih mencintai dia, tapi dia begitu cepat meninggalkanku, sulit untuk ku bisa melupakannya.

Disaat ku larut dalam tangisan, terasa pundakku di tepuk. Setelah menoleh ke belakang, aku melihat seorang cewek yang sepertinya masih SMP dan memberiku  isyarat bahwa dia ingin berbicara padaku. Aku pun mengikutinya ke sebuah kamar yang ternyata itu adalah kamar Randy. Di sana aku melihat fotoku tetap menghiasi dindingnya,  tidak ku sangka, begitu besarnyakah rasanya untukku?  walaupun aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi dengannya, dia tetap mencintaiku. Oh … Tuhan, betapa jahatnya diriku memutuskannya begitu saja disaat dia membutuhkanku, dan disaat-saat terakhirnya justru orang yang dicintainya tak dapat bersamanya. Ku lihat cewek yang ternyata adiknya Randy itu memberikan sebuah surat padaku. Dia mengatakan sebelum kakaknya itu menghembuskan nafasnya yang terakhir, dia menyuruh adiknya memberikan surat itu padaku sesuai wajah yang ada di dalam foto itu. Dan setelah ku buka, ku langsung menangis sejadi-jadi nya ketika ku baca isinya berat sekali membuka surat itu aku belum bisa menerima kenyataan ini. Di suratnya tersebut, dia menuliskan:

dear Andien….
Yang Tercinta dan yang selalu kusayang.
Kaulah yang selalu ada di hatiku.
Apapun yang terjadi berusahalah untuk tetap tegar dan tersenyum.

Ketika kamu membaca surat ini, berarti aku sudah tidak ada lagi di dunia ini. Maafkan aku  jika selama ini aku menyembunyikan semuanya darimu, aku tidak mau kamu terus kepikiran atas keadaanku ini. Ketika kamu melihat aku menyembunyikan sebuah kertas, itu adalah catatan mengenai penyakitku, aku tidak mau kau sampai mengetahui semuanya, dengan berat hati aku menyembunyikan semuanya dan ketika itu juga aku tidak memberitahukan kepergianku selama 2 minggu, karena aku tidak ingin kamu mengkhawatirkanku karena di saat itu aku ingin menjalankan operasiku yang ketiga… yach aku memang aku mengidap penyakit kanker otak…aku tidak ingin kamu mengetahui penyakitku yang sebenarnya karena ku takut kamu tidak mau menerimaku dan malah meninggalkanku begitu saja.

Ketahuilah Andien….kamu begitu berarti bagiku. Aku tidak mau sampai mengecewakanmu, aku tidak mau sampai kehilangan kamu, tapi perpisahan itu telah terjadi, asal kamu tahu sebenarnya hatiku hancur saat itu semua terjadi, aku hanya bisa menangisi keadaan atas keputusanmu, sejenak aku berfikir kalau kamu jahat memberi keputusan seperti itu, tapi aku harus menerimanya jika itu dapat membuatmu senang, dan aku yakin kita tetap mencintai walaupun tak harus bersama.

Walaupun aku sudah tidak di dunia ini lagi, tapi aku akan tetap mencintaimu dan tetap memperhatikanmu di sana. Mohon jangan tangisi kepergianku karena itu akan membuat hatiku sakit dan tidak tega meninggalkanmu… Aku akan tetap selalu di hatimu dan selalu menjagamu…… Kau yang terindah…

The End
I don't know but i believe
That some things are meant to be
And that you'll make a better me
Everyday I love you
I never thought that dreams came true
But you showed me that they do
You know that i learn something new
Everyday i love you
Coz I believe that destiny is out of our control
And you'll never live
Until you love with all your heart and soul
It's a touch when I feel bad
It's a smile when I ged mad
And all the things I have
Everyday I love you
If I ask, will you say yes?
Together we're the very best
I know that I am truly blessed
Everyday I love you
And I'll give you my best
Everyday I love you....
Yang mencintaimu, 
Randy

Tangisanku tak bisa di bendung lagi ketika membaca surat itu. Ternyata aku telah salah menilainya, kesetiaannya yang begitu kuat tapi aku meragukannya, hanya atas sekilas yang aku tahu, cintanya begitu besar untukku tapi aku membalas dengan malah menyakitinya.

Maafkan aku Ran, aku telah sangat bersalah karena telah berburuk sangka padamu. Tapi ku lakuin itu karena aku sangat sayang padamu, aku gak mau kamu meninggalkanmu dan melihat kamu pergi dengan yang lain, tapi semuanya telah terlambat, aku tak bisa berbuat apa-apa lagi, yang bisa kulakukan hanya menangis dan terus menangis. Aku ikut mengantarkan Ran di tempat peristirahatannya yang terakhir. Walaupun air mata ini terus mengalir, tapi aku harus ikhlas melepasnya. Mungkin hanya surga tempat yang pantas untuk orang sebaik dia.

Selamat jalan Ran… Aku akan tetap mengenangmu meskipun kita telah berpisah, namun hati ini masih untukmu. Tak sedikitpun aku bisa melepasmu begitu saja, di setiap do’aku akan kuselipkan namamu, agar Tuhan tahu bahwa kamulah orang yang paling berarti dalam hidupku dan kamulah yang memberiku arti cinta sebenarnya.

THE END



0 komentar:

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea