Sabtu, 29 November 2014

Seribu Cara untuk Mati

Diposting oleh Prily Harsiani di 11/29/2014 03:44:00 AM
Bagaimana kamu akan memilih jalanmu untuk mati? Tentu kamu tak akan bisa memilih, karena kamu bukanlah siapa-siapa yang memiliki hak untuk memilih cara kematianmu.

Anyway, secara tidak sadar akupun tahu bahwa disetiap langkah yang aku jalani setiap harinya mengandung kematian (maksudnya lebih ke “bahwa kita bisa mati kapan saja”). Sesuai dengan judul catatanku kali ini aku terpikir untuk mengulas sedikit cara-cara orang bisa kehilangan nyawanya, namun dengan cara yang berbeda.


Siapa saja yang saat ini sedang galau, gundah gulana, putus asa, yang merasa hidup ini tak ada artinya, yang merasa dirinya tak berguna, yang merasa tak tahan hidup dalam jalannya sekarang, dan mungkin yang sedang patah hati, yang mungkin sedang sedih-bingung karena ketahuan selingkuh (abaikan ini), yang merasa ingin membunuh semua orang (abaikan si psikopat ini, “kenapa gak kamu sendiri yang mati?!!!”), yang merasa frustasi dan sungguh-sungguh muak dengan laporan (ini sih aku), serta semua yang merasa ingin MATI (ckckckc…) dan sejenis lainnya, baiklah tarik nafas dalam-dalam tahan sejenak pastikan kamu mengeluarkan nafas itu lagi, karena jika kamu lupa mengeluarkannya bisa saja kamu tewas (hanya orang bodoh yang lupa), tuh kan apa aku bilang bahwa apa yang kita lakukan bisa saja berujung kematian, bayangkan saja jika kamu mati hanya karena lupa cara bernafas, itu adalah kematian terkonyol sesaentero jagat, SATU, baiklah lupa cara bernafas sudah masuk dalam catatan seribu cara untuk mati! DUA, perhatikan sekelilingmu, misalnya saja kamu sedang berada dikamar kosmu (karena saat aku menulis ini aku memang sedang berada dikamar kosku), tadaaa… Aku melihat pengharum ruangan dengan merek “G**de”, aku selalu meyukai bau pengharum ruangan itu (bahkan sesekali itu yang ku gunakan sebagai pengharum pakaianku, #upss), saking aku suka dengan baunya sesekali aku membayangkan rasanya (seribu diantara kalian pasti juga melakukan ini), baik anggap saja aku sekarang sedang memiliki gangguan jiwa dan kebetulan aku mulai stres, saat aku termenung sendiri dan mungkin sedikit kehausan (ini gak penting) aku melihat si “G**de” dengan pose menggugah (ya padahal berdiri gitu-gitu aja sih) tak lama aku berpikir,”Rasanya si “G**de” kayak apa ya?”, tetott… Aku mengambilnya, 1… 2… 3 ku kocok botolnya, ku arahkan ke mulutku, dan srottttttttttt… (udah jangan berpikiran jorok), aku bisa merasakannya,”I fell freeeeee… (ala-ala Syahrini)”, udah ahh, tau kelanjutannya kan, ya mungkin bisa saja kematian dengan cara seperti itu adalah kematian yang wangi. Lanjut, TIGA, masih di kamar kos, jika kamu punya stuntgun, aku sih punya jadi jika cara KEDUA tadi tidak membunuhku mungkin hanya pikiranku saja yang menjadi tidak karuan, maka seketika ku lihat stuntgun seperti alat pijat refleksi yang biasa yang digunakan mamaku, dan cetar sekali aku mulai menekan tombol on lalu mengarahkannya ke badanku sendiri, ya dan akhirnya ini berujung kematian juga (walaupun entah beneran bisa mati atau enggak), kematian yang satu ini mungkin kematian yang asyik karena dalam sekejap kamu bisa bejoget-joget ataupun berjingkat-jingkat (yaa, entahlah seberapa kuat alat kejut listrik tersebut, aku sih gak mau coba walau punya). EMPAT, lepas dari SATU_DUA_TIGA mari kita berjalan-jalan keluar dan menyegarkan pikiran, ambil contoh saat sedang berjalan-berjalan keluar (anggap saja ini malam hari), kita melihat sosok wanita yang terlihat cantik dengan pakaian seksi yang awalnya juga berjalan santai tiba-tiba kamu melihatnya tertabrak motor dari arah lain (anggap saja juga tiba-tiba muncul) dalam sekejap sosok tersebut terpental dan terkapar “dengan gagah” (<< aku ingin menulisnya), seketika terbentuklah kerumunan orang disekeliling sosok wanita tersebut, bahkan ada yang mengeluarkan ponsel mereka untuk mengabadikan kejadian tersebut, tapi tiba-tiba tampak raut kecewa dari penonton, kamu pun mulai bertanya kenapa, dan kamu melihat kearah si korban jatuh terpental, Astagfirullah! Ada sebuah rambut wig didekat jenazah (anggap saja sosok tadi udah mati beneran), salah paham telah terjadi ternyata bukanlah mbak-mbak dan aku tidak bisa melanjutkannya, if you know what I mean, yaudah ahh, buruan angkut aja keburu kabur mayatnya kalau ada satpol PP nanti, huffth… Entahlah di Koran besok pagi tertulis seperti apa judulnya kejadian itu, (mikir) mungkin begini,”Seorang mbak cantik, ehh mas cantik terpental “dengan gagah” setelah ditabrak motor sebelum mangkal”. LIMA, kali ini tentang bunuh diri dengan, kalau saran dari aku sebelum bunuh diri persiapkan diri baik-baik, pikirkan secara matang dan jernih (sebenarnya kalau pikiran jernih juga gak bakal bunuh diri kan), begini ya misalnya si A (anggap saja cewek, karena cewek itu sering banget galaunya) mau bunuh diri dengan cara gantung diri pohon, pastikan saja bahwa jika dia ingin gantung diri di pohon tidak memakai rok, tidak lucu jika dia sudah tergantung diatas celana dalamnyalah yang justru menjadi tontonan, sungguh itu tidak anggun. ENAM, masih tentang bunuh diri, jangan bunuh diri dengan menabrakkan diri dijalan raya atau rel kereta api, karena jika beneran tertabrak dengan sadis justru akan menjijikkan, yaa bisa saja tak akan ada orang yang mau membantu membereskan potongan bagian-bagian tubuhmu yang sudah hancur (hahahaha), malah bisa saja akan dibiarkan begitu saja sampai berhari-hari, dan sungguh hanya akan menjadi kematian yang gak cantik sama sekali. TUJUH, sudahlah jangan bunuh diri, jika kamu sangat dicintai keluargamu, sahabatmu, atau  pacarmu bisa saja nanti mereka ikut-ikutan bunuh diri, sungguh ini cara kematian yang terlalu harmonis. DELAPAN, baiklah lepas dari semua yang diatas, kembali memikirkan seribu cara untuk mati. Misalnya saja kamu sedang mandi di kamar mandi (ya iyalah), blablabla, jebur-jebur, saat hampir selesai tiba-tiba kamu terpeleset karena kurang berhati-hati dan karena kurang sigap untuk melakukan penyelamatan diri, akhirnya kamu menutup mata untuk selama-lamanya, sungguh itu salah satu cara kematian yang menyegarkan, iya segar karena kebetulan kamu sudah selesai mandi dan yang berusaha menolong mengeluarkanmu dari kamar mandi juga merasa segar karena yaaa “if you know what I mean” (abaikan! Abaikan! Pikiran kotor ini). SEMBILAN, misalnya saja kamu sudah muyak, sudah malas, dan sudah bosan dengan tugas-tugas sekolahmu, laporan-laporan kuliahmu, ataupun lembaran-lembaran pekerjaan kantormu, saking bosan dan jengkelnya kamu membakar semua itu pada akhirnya kamu lega, tak lama kamu sadar bahwa api semakin semakin membesar dan mulai menjalar, kamu kelimpungan mencari air, saat berusaha mencari airpun kamu tersandung, kamu berdiri dan kepalamu malah terhantuk meja (entah muncul dari mana mejanya), huffth… (Kasihan, malang sekali nasibmu nak) ternyata kamu gagal membunuh kobaran api itu, akhirnya justru kamu yang dilahap si jago merah yang berisi tugas-tugasmu (hahaha, tuh kan tugas-tugas dan laporan itu menyebalkan :p). Sungguh itu kematian yang nyesek. Jadi jangan pernah mengabaikan tugas-tugas atau laporan-laporanmu apalagi sampai membakarnya. SEPULUH, ini saat dimana kamu (aku sih sebenarnya) mulai bosan juga memikirkan seribu cara untuk mati, baru sampai SEPULUH dan masih ada SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH cara lagi, akhirnya kamu berpikir ternyata kamu salah menulis judul (Stop! Ini aku bukan kamu), kamu tidak bisa menyelesaikan catatan ini, dan kamu membanting laptopmu, tepat sekali kamu membanting laptopmu diatas ranjau (entahlah muncul ranjau darimana), dan BAAAAAAAAMMMMMMBBBBB, meledak dan semua menjadi abu, akhirnya inilah akhir dari catatanku.

Hahaha… Baiklah cukup untuk catatan berjudul “Seribu Catatan untuk Mati” silakan berpikir untuk melanjutkan SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH yang lain, karena saya sudah tidak sanggup  (lambaikan bendera putih). Catatan saya kali ini, saya tulis sendiri guna membuka pemikiran saya agar dapat memandang segala sesuatu tidak hanya dari satu sudut pandang saja, semoga juga ada yang berpikiran sama dengan saya. :) Setidaknya catatan kecil hari ini, alangkah baiknya kita selalu berhati-hati, tidak pantang menyerah, dan yang paling utama adalah sudah seharusnya kita selalu berdo’a kepada Allah SWT agar selalu diberi perlindungan, serta kelak semoga kita mendapatkan cara mentup mata dengan cara yang baik dan penuh ketenangan. Aamiin.


Dadah… See you next time :)




0 komentar:

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea