Bagaimana
kamu akan memilih jalanmu untuk mati? Tentu kamu tak akan bisa memilih, karena
kamu bukanlah siapa-siapa yang memiliki hak untuk memilih cara kematianmu.
Anyway,
secara tidak sadar akupun tahu bahwa disetiap langkah yang aku jalani setiap
harinya mengandung kematian (maksudnya lebih ke “bahwa kita bisa mati kapan
saja”). Sesuai dengan judul catatanku kali ini aku terpikir untuk mengulas
sedikit cara-cara orang bisa kehilangan nyawanya, namun dengan cara yang
berbeda.
Siapa
saja yang saat ini sedang galau, gundah gulana, putus asa, yang merasa hidup
ini tak ada artinya, yang merasa dirinya tak berguna, yang merasa tak tahan
hidup dalam jalannya sekarang, dan mungkin yang sedang patah hati, yang mungkin
sedang sedih-bingung karena ketahuan selingkuh (abaikan ini), yang merasa ingin
membunuh semua orang (abaikan si psikopat ini, “kenapa gak kamu sendiri yang
mati?!!!”), yang merasa frustasi dan sungguh-sungguh muak dengan laporan (ini
sih aku), serta semua yang merasa ingin MATI (ckckckc…) dan sejenis lainnya,
baiklah tarik nafas dalam-dalam tahan sejenak pastikan kamu mengeluarkan nafas
itu lagi, karena jika kamu lupa mengeluarkannya bisa saja kamu tewas (hanya
orang bodoh yang lupa), tuh kan apa aku bilang bahwa apa yang kita lakukan bisa
saja berujung kematian, bayangkan saja jika kamu mati hanya karena lupa cara
bernafas, itu adalah kematian terkonyol sesaentero jagat, SATU, baiklah lupa
cara bernafas sudah masuk dalam catatan seribu cara untuk mati! DUA, perhatikan
sekelilingmu, misalnya saja kamu sedang berada dikamar kosmu (karena saat aku
menulis ini aku memang sedang berada dikamar kosku), tadaaa… Aku melihat
pengharum ruangan dengan merek “G**de”, aku selalu meyukai bau pengharum
ruangan itu (bahkan sesekali itu yang ku gunakan sebagai pengharum pakaianku,
#upss), saking aku suka dengan baunya sesekali aku membayangkan rasanya (seribu
diantara kalian pasti juga melakukan ini), baik anggap saja aku sekarang sedang
memiliki gangguan jiwa dan kebetulan aku mulai stres, saat aku termenung
sendiri dan mungkin sedikit kehausan (ini gak penting) aku melihat si “G**de”
dengan pose menggugah (ya padahal berdiri gitu-gitu aja sih) tak lama aku
berpikir,”Rasanya si “G**de” kayak apa ya?”, tetott… Aku mengambilnya, 1… 2… 3
ku kocok botolnya, ku arahkan ke mulutku, dan srottttttttttt… (udah jangan
berpikiran jorok), aku bisa merasakannya,”I fell freeeeee… (ala-ala Syahrini)”,
udah ahh, tau kelanjutannya kan, ya mungkin bisa saja kematian dengan cara
seperti itu adalah kematian yang wangi. Lanjut, TIGA, masih di kamar kos, jika
kamu punya stuntgun, aku sih punya jadi jika cara KEDUA tadi tidak
membunuhku mungkin hanya pikiranku saja yang menjadi tidak karuan, maka
seketika ku lihat stuntgun seperti alat pijat refleksi yang
biasa yang digunakan mamaku, dan cetar sekali aku mulai menekan tombol on lalu
mengarahkannya ke badanku sendiri, ya dan akhirnya ini berujung kematian juga
(walaupun entah beneran bisa mati atau enggak), kematian yang satu ini mungkin
kematian yang asyik karena dalam sekejap kamu bisa bejoget-joget ataupun
berjingkat-jingkat (yaa, entahlah seberapa kuat alat kejut listrik tersebut,
aku sih gak mau coba walau punya). EMPAT, lepas dari SATU_DUA_TIGA mari kita
berjalan-jalan keluar dan menyegarkan pikiran, ambil contoh saat sedang
berjalan-berjalan keluar (anggap saja ini malam hari), kita melihat sosok
wanita yang terlihat cantik dengan pakaian seksi yang awalnya juga
berjalan santai tiba-tiba kamu melihatnya tertabrak motor dari arah lain
(anggap saja juga tiba-tiba muncul) dalam sekejap sosok tersebut terpental dan
terkapar “dengan gagah” (<< aku ingin menulisnya), seketika
terbentuklah kerumunan orang disekeliling sosok wanita tersebut, bahkan ada
yang mengeluarkan ponsel mereka untuk mengabadikan kejadian tersebut, tapi
tiba-tiba tampak raut kecewa dari penonton, kamu pun mulai bertanya kenapa, dan
kamu melihat kearah si korban jatuh terpental, Astagfirullah! Ada
sebuah rambut wig didekat jenazah (anggap saja sosok tadi udah
mati beneran), salah paham telah terjadi ternyata bukanlah mbak-mbak dan aku
tidak bisa melanjutkannya, if you know what I mean, yaudah
ahh, buruan angkut aja keburu kabur mayatnya kalau ada satpol PP nanti, huffth…
Entahlah di Koran besok pagi tertulis seperti apa judulnya kejadian itu,
(mikir) mungkin begini,”Seorang mbak cantik, ehh mas cantik terpental “dengan
gagah” setelah ditabrak motor sebelum mangkal”. LIMA, kali ini tentang bunuh
diri dengan, kalau saran dari aku sebelum bunuh diri persiapkan diri baik-baik,
pikirkan secara matang dan jernih (sebenarnya kalau pikiran jernih juga gak
bakal bunuh diri kan), begini ya misalnya si A (anggap saja cewek, karena cewek
itu sering banget galaunya) mau bunuh diri dengan cara gantung diri pohon,
pastikan saja bahwa jika dia ingin gantung diri di pohon tidak memakai rok,
tidak lucu jika dia sudah tergantung diatas celana dalamnyalah yang justru
menjadi tontonan, sungguh itu tidak anggun. ENAM, masih tentang bunuh diri,
jangan bunuh diri dengan menabrakkan diri dijalan raya atau rel kereta api,
karena jika beneran tertabrak dengan sadis justru akan menjijikkan, yaa bisa
saja tak akan ada orang yang mau membantu membereskan potongan bagian-bagian
tubuhmu yang sudah hancur (hahahaha), malah bisa saja akan dibiarkan begitu
saja sampai berhari-hari, dan sungguh hanya akan menjadi kematian yang gak
cantik sama sekali. TUJUH, sudahlah jangan bunuh diri, jika kamu sangat
dicintai keluargamu, sahabatmu, atau pacarmu bisa saja nanti mereka
ikut-ikutan bunuh diri, sungguh ini cara kematian yang terlalu harmonis. DELAPAN,
baiklah lepas dari semua yang diatas, kembali memikirkan seribu cara untuk
mati. Misalnya saja kamu sedang mandi di kamar mandi (ya iyalah), blablabla,
jebur-jebur, saat hampir selesai tiba-tiba kamu terpeleset karena kurang
berhati-hati dan karena kurang sigap untuk melakukan penyelamatan diri,
akhirnya kamu menutup mata untuk selama-lamanya, sungguh itu salah satu cara
kematian yang menyegarkan, iya segar karena kebetulan kamu sudah selesai mandi
dan yang berusaha menolong mengeluarkanmu dari kamar mandi juga merasa segar
karena yaaa “if you know what I mean” (abaikan! Abaikan! Pikiran kotor
ini). SEMBILAN, misalnya saja kamu sudah muyak, sudah malas,
dan sudah bosan dengan tugas-tugas sekolahmu, laporan-laporan kuliahmu, ataupun
lembaran-lembaran pekerjaan kantormu, saking bosan dan jengkelnya kamu membakar
semua itu pada akhirnya kamu lega, tak lama kamu sadar bahwa api semakin
semakin membesar dan mulai menjalar, kamu kelimpungan mencari air, saat
berusaha mencari airpun kamu tersandung, kamu berdiri dan kepalamu malah
terhantuk meja (entah muncul dari mana mejanya), huffth… (Kasihan, malang
sekali nasibmu nak) ternyata kamu gagal membunuh kobaran api itu, akhirnya
justru kamu yang dilahap si jago merah yang berisi tugas-tugasmu (hahaha, tuh
kan tugas-tugas dan laporan itu menyebalkan :p). Sungguh itu kematian yang
nyesek. Jadi jangan pernah mengabaikan tugas-tugas atau laporan-laporanmu
apalagi sampai membakarnya. SEPULUH, ini saat dimana kamu (aku sih sebenarnya)
mulai bosan juga memikirkan seribu cara untuk mati, baru sampai SEPULUH dan
masih ada SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH cara lagi, akhirnya kamu berpikir
ternyata kamu salah menulis judul (Stop! Ini aku bukan kamu), kamu tidak bisa
menyelesaikan catatan ini, dan kamu membanting laptopmu, tepat sekali kamu
membanting laptopmu diatas ranjau (entahlah muncul ranjau darimana), dan
BAAAAAAAAMMMMMMBBBBB, meledak dan semua menjadi abu, akhirnya inilah akhir dari
catatanku.
Hahaha…
Baiklah cukup untuk catatan berjudul “Seribu Catatan untuk Mati” silakan
berpikir untuk melanjutkan SEMBILAN RATUS SEMBILAN PULUH yang lain, karena saya
sudah tidak sanggup (lambaikan bendera putih). Catatan saya kali ini,
saya tulis sendiri guna membuka pemikiran saya agar dapat memandang segala
sesuatu tidak hanya dari satu sudut pandang saja, semoga juga ada yang
berpikiran sama dengan saya. :) Setidaknya catatan kecil hari ini, alangkah
baiknya kita selalu berhati-hati, tidak pantang menyerah, dan yang paling utama
adalah sudah seharusnya kita selalu berdo’a kepada Allah SWT agar selalu diberi
perlindungan, serta kelak semoga kita mendapatkan cara mentup mata dengan cara
yang baik dan penuh ketenangan. Aamiin.
Dadah… See you next time :)
0 komentar:
Posting Komentar