Sabtu, 27 Desember 2014

Everlasting Love

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/27/2014 11:08:00 PM 0 komentar
Pagi ini, kerinduanku  tiba-tiba semakin menggebu, kerinduan akan kampung halaman di pulau seberang yang telah kutinggalkan selama 2 tahun demi perantauan menuntut ilmu dan tak pernah sekalipun aku pulang kesana, terlintas dipikiranku bagaimana dengan ayah dan bundaku? Lalu bagaimana juga keadaan kampung halamanku itu? Lalu terlintas bayangan wajah kekasihku, bagaimana keadaan kekasihku, Desta? Apakah dia tetap setia untukku? 5 tahun hubungan kami ini kami dasari dengan saling menjaga kepercayaan, kami memang tinggal dalam satu pulau. Setelah keputusanku untuk menuntut ilmu di pulau ini, selang satu tahun Desta memutuskan untuk mengikutiku dengan bekerja di salah satu perusahaan milik teman kecilku Ozi yang lebih dulu meraih kesuksesannya. Ozi adalah sobat kecilku, dimana aku lebih banyak meluangkan waktuku untuk bertengkar dengannya, tapi dialah yang selalu menjadi pelipur laraku, semua masalah yang aku punya selalu kucurahkan padanya. Walau kini soulmate kecilku telah menjadi laki-laki dewasa yang semakin menyibukkan dirinya dengan seabrek pekerjaan yang dimilikinya, dia tetap saja bisa meluangkan waktunya untukku. Namun, tinggal satu pulau dengan kekasih tak serta merta membuat kami sering bertemu, Desta hanya mendapat libur panjang 2 minggu setelah 3 bulan bekerja, berbagai masalah telah kita lalui bersama, hubungan long distance relationship ini pun menjadikanku belajar tentang arti kesabaran dan kesetiaan, suka duka itulah yang membuat kami mempertahankan cinta ini.

Selasa, 23 Desember 2014

Mama T'lah Kembali

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/23/2014 02:37:00 PM 0 komentar
“Hentikan semua ini wanita bodoh!”, ku teriaki dia sambil kuraih botol sampanye yang digenggamnya. Sudah cukup beban yang ku pikul sejak pagi hingga malam di tempat kerja, ditambah lagi dengan harus melihatnya seperti itu setiap malam, aku sudah cukup muak.
“Kembalikan itu anak durhaka! Aaa… ku takkk bi… sa hidup tanpa…nya, kem… baaa… likan itu!”, nada bicaranya sudah tak jelas, bola matanyapun berputar tak tentu arah, akhirnya diapun tertidur.
“Mama, apa yang harus ku lakukan? Kenapa kau menjadi seperti ini? Aku ingin mama kembali menjadi mama yang ku kenal dulu.”, ucapku dalam hati sembari mengelus dahinya, sedangkan ku lihatnya tubuhnya tergeletak begitu saja di sofa.

Senin, 22 Desember 2014

Kuatkan Aku

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/22/2014 08:44:00 PM 0 komentar
Pelita yang tak pernah redup, cahaya yang selalu menghangatkan, aliran yang selalu menyejukkan, warna-warna indah yang lebih dari sekadar warna pelangi, symphoni merdu yang bukan hanya sekadar musik belaka, Mamaa…. Semua itu hanya mama yang bisa memberikannya.

Mama, kau selalu memiliki harapan yang besar setelah kedatanganku di dunia ini, kau selalu membuka jalan untukku, kau bimbing aku secara perlahan dari tahun ke tahun. Bagaimana bisa aku tega menyakitimu dengan segala kelakuanku?

Selasa, 16 Desember 2014

Kertas Kosong

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/16/2014 11:57:00 PM 0 komentar
Mama selalu mengerti setiap langkah yang aku jalani. Suatu ketika mamaku mengatakan bahwa jalanku tentang perasaan suka, sayang, dan cinta ibarat kertas putih. Iya seperti kertas putih, dimana aku akan memberikan satu lembar kertas putih kepada satu orang yang mencoba untuk mengisi hariku dan membiarkannya membubuhkan coretan-coretan dalam kertas putih kosong itu, namun disaat tak ada lagi sisa tempat untuk dicoreti maka yang terjadi adalah aku akan melepas kertas penuh coretan itu dan menyiapkan kertas putih kosong baru yang lain, disaat itulah sosok yang lain akan datang dan memberikan coretan-coretan berbeda, dan begitu seterusnya hingga akhirnya hanya akan penuh dan terganti dengan yang lain. Entahlah, aku tak mengerti, tapi mama percaya ada saat dimana kertas kosong putih terakhir justru akan terisikan coretan-coretan penuh warna-warni yang tak mungkin akan terlepas ataupun tergantikan begitu saja, karena kertas terakhir itu yang akan berhasil menyelimuti seluruh kisah hidupku.

Senin, 15 Desember 2014

Tak Tertinggal

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/15/2014 09:55:00 AM 0 komentar
Segenggam hati yang telah membentuk cinta selamanya takkan bisa terhapus begitu saja, maaf atas keputusan bodoh yang sudah kubuat, tak seharusnya aku melakukan kebodohan yang berdasarkan egoisme perasaanku. Dari sini aku belajar bahwa seharusnya keputusan diambil dengan penuh konsekuensi dan penyesalan atas keputusan itu tak seharusnya ada. Cinta aku belajar darimu dan setiap hari kusisihkan cintaku untuk hatimu yang ada disana.

Sabtu, 06 Desember 2014

Sekamar Empat Orang

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/06/2014 02:31:00 AM 0 komentar
Membayangkan kamar yang penuh dan sesak tentu akan membuat seseorang merasa jengah, bayangkan saja misal satu kamar yang harusnya dipakai untuk sendiri tapi akhirnya malah diisi dengan dua atau tiga atau bahkan empat orang, yaa… Pastinya nyeseklah yaa, pikirin lagi deh, misal dalam satu kamar diisi dengan empat orang (ya ini sih pengalaman aku sih waktu aku pernah tinggal di asrama putri yang ketentuannya satu kamar harus diisi empat orang) dari 4 orang itu pasti punya pikiran dan perasaan yang berbeda-beda, ada yang anaknya rapi, ada anaknya yang berantakan, ada yang anaknya cuek aja, atau bahkan yang perfeksionis. Jadi gimana ngehadapinya?

Selasa, 02 Desember 2014

Kirana Srikandi

Diposting oleh Prily Harsiani di 12/02/2014 10:39:00 AM 0 komentar

Mungkin aku memang tak terlihat sempurna, dan selalu dianggap rendah oleh orang-orang yang melihat aku sepintas dari apa yang tidak aku miliki. Ya, memang banyak sebutan yang aku terima selama ini, aku tak tau bagaimana pikiran manusia itu yang sebenarnya, saat ada orang yang begitu cantik maupun tampan ataupun terlihat begitu sempurna dari segi fisiknya tetap bisa dijadikan sebagai bahan gunjingan, entah gunjingan iu menyinggung SARA ataupun menyinggung perasaan, maupun hal lainnya manusia tak peduli dengan apa yang mereka jadikan bahan gunjingan. Itupun yang digunjingkan adalah merupakan sosok yang sempurna, bagaimana dengan aku?  Kalau yang sempurna saja mendapat gunjingan pastinya aku akan lebih mengalami kepahitan dari gunjingan-gunjingan maupun olok-olokkan, tapi, itulah yang memang pantas aku terima walaupun pahit.
 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea