Sabtu, 29 November 2014

Menanti Awan

Diposting oleh Prily Harsiani di 11/29/2014 06:58:00 PM 2 komentar

“Lily, sebenarnya aku sudah capek, kalo kita kayak gini terus, aku pengen kita berhenti ribut, musuhan dan bertengkar, kamu mau kan?”
“Heh, dengar ya Wan, aku sebenarnya juga nggak pengen lagi ribut sama kamu, kamu kira aku juga nggak capek apa?”
“Iya ya, Ly, aku juga pengen bilang ke kamu sesuatu yang selama ini aku pendam, aku pengen ngomong serius sama kamu.”
“Ya udah, ngomong aja, apa?!!!”
“Lily sebenarnya, sejak pertama, sejak dulu sekali aku suka sama kamu, aku sayang sama kamu...”
“Haa...?!!!! He-he... he-he...”
“Kamu jangan ketawa, aku serius, dari dulu aku pendam perasaanku ini ke kamu, dan sekarang aku udah capek, makanya aku bilang aja ke kamu semuanya, kalo dari pertama kita kenal aku suka dan sayang sama kamu, tapi.. tapi... sebagai teman.”

Seribu Cara untuk Mati

Diposting oleh Prily Harsiani di 11/29/2014 03:44:00 AM 0 komentar
Bagaimana kamu akan memilih jalanmu untuk mati? Tentu kamu tak akan bisa memilih, karena kamu bukanlah siapa-siapa yang memiliki hak untuk memilih cara kematianmu.

Anyway, secara tidak sadar akupun tahu bahwa disetiap langkah yang aku jalani setiap harinya mengandung kematian (maksudnya lebih ke “bahwa kita bisa mati kapan saja”). Sesuai dengan judul catatanku kali ini aku terpikir untuk mengulas sedikit cara-cara orang bisa kehilangan nyawanya, namun dengan cara yang berbeda.

Jumat, 28 November 2014

Masih Terjaga

Diposting oleh Prily Harsiani di 11/28/2014 06:30:00 AM 0 komentar
Jam di laptop sudah menunjukkan pukul 06:15 WITA (hoahmmm…), sambil menguap-nguap ku sempatkan mengeluarkan sedikit uneg-uneg dini hari (baru tersadar ternyata sudah berganti hari).

Aku hidup dimana aku harus terikat dengan segala peraturan yang mengharuskan aku berada dijalur itu, percayalah ini memuakkan, bagaimana bisa aku yang notabene hanya ingin sesuatu yang bebas sekarang justru seperti terkurung? Bisa kah aku sejenak melepaskan segala hal yang terkait begitu saja dipundakku? Menjalani kehidupan dengan memakai topeng, berjalan seperti orang-orang pada umumnya, memakai seragam yang sama, berusaha menyamakan pikiran, berusaha selaras dengan orang lain, dan blablabla (percayalah! Aku kesulitan menjalani hidup seperti itu), tapi ya sudahlah, begitulah manusia berusaha agar dapat diterima dan dapat mengikuti jalan yang seperti orang lain tempuh, jika tidak ya silakan “out” atau aku hanya akan ditendang kesana kemari dan  semakin hilang arah.

Satu hal yang harus kamu tahu bangun dari tidur pagi dengan segala beban kehidupanmu itu sungguh tidak menyenangkan J percaya?

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea