Yomannn...
Aku Prily Harsiani biasa dipanggil Lily dan
aku sekarang udah usia kepala dua...
Pertama, aku mau ngasih tau
kalian tentang artikel dibawah ini, check
it out guyss...
Jadi, kalau kalian setuju
sama artikel diatas yang aku share
kalian bisa deh baca apa yang aku mau tulis selanjutnya, tapi kalau kalian gak
setuju sama artikel tersebut, yaudahhh sihhh tetep aja baca lanjutannya soalnya
nanggung kuota kalian kalau gak dipakai untuk baca ini sampai habis sekalian,
hehehehe…
Okee… Gini kalau kalian
baca artikel yang aku share kalian
pasti baca poin yang ke 13 kan (sengaja mulai dari poin paling bawah), yoomannnn… Aku merasa jadi orang
tergagal yang pernah ada, dimulai dari segalanya dan berakhir tanpa hasil
apapun, disini aku ingin berbagi tentang apa yang aku rasain, ekspetasi yang
selalu aku besar-besarkan dan aku optimiskan tiba-tiba menciut begitu saja,
seperti puzzle yang tersusun
satu-persatu tapi masih ada part yang
kurang, tapi tiba-tiba puzzle kalian
berantakan lagi! Praaakkkkk!!!
Sedikit flashback
aku dulu menempuh sekolah menengah atas dalam waktu 2 tahun (please… ini gak ada maksud apa-apa
sejenis riya’), dari situ aku
termotivasi buat ngelanjutin kuliah secara cepat juga intinya pengen lulus
cepat nantinya, dan setelah lulus SMA aku baru tahu kalau nempuh pendidikan S1
yang notabene ditempuh dalam waktu 4 tahun paling cepat bisa ditempuh dalam
kurun waktu 3,5 tahun (Cuma selisih -/+ 0,5 tahun). Oke deal! Kala itu begitulah yang aku pikirkan, aku yakin bisa
ngelaluin itu, soalnya ngerasain nempuh pendidikan dengan waktu yang cepat itu
menyenangkan (yang jelas aku gak perlu lama-lama berkecimpung dengan beberapa
hal yang tidak aku sukai dalam waktu yang lama).
Blablaablaa… Tahun pertama aku kuliah masih ku
lalui dengan cukup mudah, tanpa perlu ninggal sks aku masih bisa terus bertahan
dan maju untuk ngambil mata kuliah semester-semester atas, yeahhh… 3,5 tahun…
3,5 tahun… 3,5 tahun… Cuma itu yang ada dalam pikiranku. Maklum namanya juga
mahasiswa baru masih punya banyak stok semangat lagipula waktu itu aku cukup sering
ngikutin seminar-seminar motivasi yang selalu booming di awal-awal masa penerimaan mahasiswa baru.
Negara api mulai menyerang…. Booommmmmm!!! Tahun kedua kuliahku mulai
kacau tiba-tiba aku kenal dengan yang namanya bolos kuliah (ini masa-masa
bodoh, pleaseeee… Adegan ini jangan
ditiru dimanapun kalian berada!), ip yang awalnya aman-aman aja, ehh malah
akhirnya mirip peserta uji nyali yang ngelambaikan tangan ke kamera, nyerah
gan! Ujung-ujungnya waktu kuliah juga terbagi sama waktu kerja, hmmm… Buat
bikin keputusan kuliah sambil kerja itu serta merta muncul dari pikiranku
sendiri, niatnya sebatas cari pengalaman biar terbiasa.
Tahun ketiga makin gak semangat kuliah, aku
masih kerja, dan laporan-laporan di berbagai mata kuliah mulai bermunculan,
bahkan kalau laporan-laporan itu bisa dijual kiloan rasanya cukup buat biaya
hidup buat satu semester. Gak perlu disebutkan gimana-gimana lagi, cuma seengaaknya
mata kuliah masih tetap terkejar tanpa harus ada yang ditinggal, bahkan masih
bisa untuk menyambung mata kuliah semester depannya plus cukup buat ngejalani
KKN (You know-lah kepanjangannya).
Okee… 3,5 tahun masih terbayang, tapi rasa optimis itu semakin menguap.
Tahun Keempat, yeahhh… Ini adalah titik dimana
aku terlalu dilema oleh diriku sendiri, di tahun keempat ini aku juga ngejalani
PKL “Praktik Kerja Lapangan (di semester 7), semenjak PKL aku mutuskan buat
berhenti kerja dari pekerjaan yang udah sekitar 2 tahun aku lakoni (Gileee
ajaaa, PKL dari jam 8 pagi-jam 5 sore, masa iya aku langsung caw ketempat kerja
selesai PKL, bukannya apa sih cuma ga etis banget memforsir diri sampe
segitunya), tapi tetap aja aku masih punya kerjaan ala kadarnya buat nambah
pundi-pundi saku untuk jajan.
Setidaknya aku PKL disalah satu perusahaan terbuka
yang bisa dibilang cukup besar itulah memberikan aku banyak pengalaman, teman,
pelajaran yang benar-benar berharga, bahkan kesempatan. Di tahun inilah aku
benar-benar diuji, selepas aku selesai PKL selang 1 bulan salah satu cabang
dari perusahaan tempat aku PKL yang bertempat di Balikpapan kebetulan
membutuhkan karyawan baru dan tawaran ini serta merta datang kepadaku karena
relasiku di perusahaan ini cukup erat (semua karena PKL), berbagai dilema muncul
dimana aku harus memilih antara aku harus cepat menyelesaikan TA (Tugas Akhir)
atau aku memilih kesempatan untuk bekerja. Pilihannya, satu; pada awalnya aku datang
ke Borneo adalah pure untuk kuliah,
masa iya aku malah berbelok arah dari tujuan sebenarnya, ibaratnya kayak berangkat
dari Surabaya mau ke Bali tapi akhirnya malah pergi ke Lombok (Apa sihhhh…),
dua; tawaran kerja semacam ini tidak akan datang untuk kedua kalinya, tujuan
dari kuliah pada akhirnya untuk mendapatkan kerja bukan?! Ya kan?
Aku mulai meminta pendapat ke orang-orang
terdekatku, mulai dari orang tua, sahabat, dan pacarku (Oh yaa… kenalin, aku
punya pacar ni, namanya Muhammad Fitra yaa, kalau kalian cari namanya di google
pasti bakal susah nemuin yang mana, beda kan kalau kalian searching namaku, Prily Harsiani, pasti tuh Prysia’s Note langsung
muncul, hahahaha, maaf ngartis!). Back
back back! Pendapat sahabat-sahabatku berbeda-beda, kalau orang tua cuma
bisa bilang katanya semua keputusan ada di aku dan aku harus sudah bisa bikin
keputusan sendiri, lain lagi pendapat pacarku yang aku baru tau hari Sabtu, 7
Mei 2016 kemarin, dengan santai dia cuma bilang,”Dari dulu aku gak pernah
ngeiyakan kamu buat kerja di Balikpapan kan?!”, dan aku benar-benar baru sadar,
ohh… Iyaaa, dari dulu dia juga cuma bilang terserah aja akunya gimana.
Yoooommmaaannnnnn…
Disini aku pengen nekankan kalau aku mulai galau
tingkat dewa guysss! Rasanya aku
telah salah ambil keputusan bayangkan yaa, aku udah ngejalani kerja selama -/+ 3
bulan di Balikpapan yang aku rasain cuma capek, nyesel, ngerasa kalau kerjaan
disini terlalu banyak sehingga bikin waktu dan tenagaku seluruhnya hanya
terforsir untuk kerjaan, bahkan awal-awal aku bikin keputusan dimana aku bilang
pada diriku sendiri kalau aku bisa sambil ngerjain skripsi sambil kerja
sekarang gimanaaaaaaaaa! Skripsi ini gak ada harapan buat dikerjain, yang ada
kerjaan semakin hari semakin banyak, bahkan ada sampai aku berhari-hari lembur
sampai jam 12 malam terus, kalaupun di hari Sabtu-Minggu kalau aku pulang ke
Samarinda buat ngerjain skripsi rasanya waktu juga berjalan cepat gitu ajaaa, sooo…
Kapaannnnn?!
Ohh yeahhh… Ingat poin 11-12 dari artikel yang
aku share?! Yooommmmaaannn… Aku ngerasa hidupku antara hitam atau putih, bahkan
tercampur hingga jadi abu-abu, tapi bagaimana dengan perasaanku yang terlalu
mengkhawatirkan kehidupanku kedepannya, rasanya hidupku serasa berwarna hitam
semua, sekali aku merasakan kesenangan tapi tiba-tiba kecemasan datang
bertubi-tubi!
“Skripsimu
gimana? Gimana skripsi?” Pleassseeeee…
Nyesek taulah pertanyaan kayak gitu sebenarnya, gimana tidak? Aku disini masih
nyoba buat bertahan dengan kerjaan, soalnya bakal sia-sia kalau aku mundur,
terlalu banyak waktu yang juga sudah terbuang, tapiiiiiii Skripsi ohhh
skrriiippsiii, semakin hari semakin baper, temen-temen seangkatan sudah banyak
yang wisuda bulan Maret kemarin :”) :”) :”), semakin hari semakin banyak yang
seminar proposal, semakin hari semakin banyak yang seminar hasil, dan semakin
hari semakin banyak yang sudah sidang akhir. Yooooommmaaaannn… Seneng kok ngeliat temen-temen lain udah banyak
yang lulus, udah banyak yang target-targetnya dapat wisuda gelombang ke-2,
ataupun gelombang ke-3, banyak juga yang tinggal nunggu seminar-seminar
selanjutnya, dan akuuuu????
Yoooomaaaannnn…
pada akhirnya tinggal aku sendiri kalau nanti semua udah lulus, gak akan ada teman-teman
yang bakal ngeliat bagaimana aku seminar ataupun sidang, karena pada akhirnya
mereka bakal pergi semua buat ngejalani kehidupan mereka yang baru setelah
lulus, yahhhh… Hanya tinggal sendiri… :’) toh, rasanya aku juga udah kayak gak
ada lagi dikehidupan teman-teman seangkatanku, semenjak aku kerja jarang banget
bisa ketemu sama mereka, buat sekadar say
hay aja akupun ragu, akupun bingung :’) iyaaa… Seperti inilah kecemasan dan
kekhawatiran yang semakin menjadi-menjadi dan akhirnya aku justru hanya bisa diam,
sembunyi, dan melihat kabar-kabar dari mereka dari balik layar.
“Hy! Teman-teman selamat yaaaa buat kalian
semua!”, dalam hati aku cuma bisa bilang seperti itu, bahkan kadang hanya bisa sambil
menitikkan 2-3 tetes air mata (hahaha… Niat banget nangisnya segitu doang!)
antara senang ngelihat teman-teman udah pada keren foto-foto pake baju hitam
putih, sepatu pantofel, dan kalau udah ada yang sidang udah ada tambahan blazer
ataupun jas hitam dan dibandingkan keadaanku sekarang yang belum bisa ngehandle skripsi rasanya seperti
terbentang jarak yang jauh banget, dari
Sabang sampai Meraukeeee berjajar pulau-pulau… Iya kayak dari ujung Sabang
ke ujung Merauke, jauh kan?! :’)
Pleaseeee
guysss aku juga pengen kayak gitu! 3,5 tahunku sudah lewat gitu
aja, aku juga gak bisa nyalahkan kenapa aku lebih memilih kerja, tapi aku
bingung apa aku harus menyalahkan keadaan bodohku saat ini yang justru lebih
sempat curcol di blog bukannya garap skripsi??? Beda broooo... Ini hanya uneg-uneg, dan skripsi? Aku tak ingin
asal-asalan lagi daripada penyesalanku semakin bertambah. Huaaaahhhhhhh…
Hahahahaha… Nyesek guyssssssss! Okay
kayaknya bakal aku sambung lagi catatan tentang 20+ ku ini nantinya, jangan
nyesal yaaa guys baca catatanku kali
ini, yyyooommmmannnn… Mungkin ada
juga yang senasib kayak aku sekarang, jadi buat menghibur diri sendiri, yukkk
semangat buat kita! ;’) Yapppsss… See you
readers yang baik ;’)…
Bersambung…
(Dari Balikpapan ku punya cerita, Rabu, 11 Mei
2016; 04:49 am)
0 komentar:
Posting Komentar