Rabu, 11 Mei 2016

20+ (1)

Diposting oleh Prily Harsiani di 5/11/2016 04:56:00 AM
Yomannn...
 Aku Prily Harsiani biasa dipanggil Lily dan aku sekarang udah usia kepala dua...


Pertama, aku mau ngasih tau kalian tentang artikel dibawah ini, check it out guyss...


Jadi, kalau kalian setuju sama artikel diatas yang aku share kalian bisa deh baca apa yang aku mau tulis selanjutnya, tapi kalau kalian gak setuju sama artikel tersebut, yaudahhh sihhh tetep aja baca lanjutannya soalnya nanggung kuota kalian kalau gak dipakai untuk baca ini sampai habis sekalian, hehehehe…

Okee… Gini kalau kalian baca artikel yang aku share kalian pasti baca poin yang ke 13 kan (sengaja mulai dari poin paling bawah), yoomannnn… Aku merasa jadi orang tergagal yang pernah ada, dimulai dari segalanya dan berakhir tanpa hasil apapun, disini aku ingin berbagi tentang apa yang aku rasain, ekspetasi yang selalu aku besar-besarkan dan aku optimiskan tiba-tiba menciut begitu saja, seperti puzzle yang tersusun satu-persatu tapi masih ada part yang kurang, tapi tiba-tiba puzzle kalian berantakan lagi! Praaakkkkk!!!

Sedikit flashback aku dulu menempuh sekolah menengah atas dalam waktu 2 tahun (please… ini gak ada maksud apa-apa sejenis riya’), dari situ aku termotivasi buat ngelanjutin kuliah secara cepat juga intinya pengen lulus cepat nantinya, dan setelah lulus SMA aku baru tahu kalau nempuh pendidikan S1 yang notabene ditempuh dalam waktu 4 tahun paling cepat bisa ditempuh dalam kurun waktu 3,5 tahun (Cuma selisih -/+ 0,5 tahun). Oke deal! Kala itu begitulah yang aku pikirkan, aku yakin bisa ngelaluin itu, soalnya ngerasain nempuh pendidikan dengan waktu yang cepat itu menyenangkan (yang jelas aku gak perlu lama-lama berkecimpung dengan beberapa hal yang tidak aku sukai dalam waktu yang lama).

Blablaablaa… Tahun pertama aku kuliah masih ku lalui dengan cukup mudah, tanpa perlu ninggal sks aku masih bisa terus bertahan dan maju untuk ngambil mata kuliah semester-semester atas, yeahhh… 3,5 tahun… 3,5 tahun… 3,5 tahun… Cuma itu yang ada dalam pikiranku. Maklum namanya juga mahasiswa baru masih punya banyak stok semangat lagipula waktu itu aku cukup sering ngikutin seminar-seminar motivasi yang selalu booming di awal-awal masa penerimaan mahasiswa baru.

Negara api mulai menyerang…. Booommmmmm!!! Tahun kedua kuliahku mulai kacau tiba-tiba aku kenal dengan yang namanya bolos kuliah (ini masa-masa bodoh, pleaseeee… Adegan ini jangan ditiru dimanapun kalian berada!), ip yang awalnya aman-aman aja, ehh malah akhirnya mirip peserta uji nyali yang ngelambaikan tangan ke kamera, nyerah gan! Ujung-ujungnya waktu kuliah juga terbagi sama waktu kerja, hmmm… Buat bikin keputusan kuliah sambil kerja itu serta merta muncul dari pikiranku sendiri, niatnya sebatas cari pengalaman biar terbiasa.

Tahun ketiga makin gak semangat kuliah, aku masih kerja, dan laporan-laporan di berbagai mata kuliah mulai bermunculan, bahkan kalau laporan-laporan itu bisa dijual kiloan rasanya cukup buat biaya hidup buat satu semester. Gak perlu disebutkan gimana-gimana lagi, cuma seengaaknya mata kuliah masih tetap terkejar tanpa harus ada yang ditinggal, bahkan masih bisa untuk menyambung mata kuliah semester depannya plus cukup buat ngejalani KKN (You know-lah kepanjangannya). Okee… 3,5 tahun masih terbayang, tapi rasa optimis itu semakin menguap.

Tahun Keempat, yeahhh… Ini adalah titik dimana aku terlalu dilema oleh diriku sendiri, di tahun keempat ini aku juga ngejalani PKL “Praktik Kerja Lapangan (di semester 7), semenjak PKL aku mutuskan buat berhenti kerja dari pekerjaan yang udah sekitar 2 tahun aku lakoni (Gileee ajaaa, PKL dari jam 8 pagi-jam 5 sore, masa iya aku langsung caw ketempat kerja selesai PKL, bukannya apa sih cuma ga etis banget memforsir diri sampe segitunya), tapi tetap aja aku masih punya kerjaan ala kadarnya buat nambah pundi-pundi saku untuk jajan.

Setidaknya aku PKL disalah satu perusahaan terbuka yang bisa dibilang cukup besar itulah memberikan aku banyak pengalaman, teman, pelajaran yang benar-benar berharga, bahkan kesempatan. Di tahun inilah aku benar-benar diuji, selepas aku selesai PKL selang 1 bulan salah satu cabang dari perusahaan tempat aku PKL yang bertempat di Balikpapan kebetulan membutuhkan karyawan baru dan tawaran ini serta merta datang kepadaku karena relasiku di perusahaan ini cukup erat (semua karena PKL), berbagai dilema muncul dimana aku harus memilih antara aku harus cepat menyelesaikan TA (Tugas Akhir) atau aku memilih kesempatan untuk bekerja. Pilihannya, satu; pada awalnya aku datang ke Borneo adalah pure untuk kuliah, masa iya aku malah berbelok arah dari tujuan sebenarnya, ibaratnya kayak berangkat dari Surabaya mau ke Bali tapi akhirnya malah pergi ke Lombok (Apa sihhhh…), dua; tawaran kerja semacam ini tidak akan datang untuk kedua kalinya, tujuan dari kuliah pada akhirnya untuk mendapatkan kerja bukan?! Ya kan?

Aku mulai meminta pendapat ke orang-orang terdekatku, mulai dari orang tua, sahabat, dan pacarku (Oh yaa… kenalin, aku punya pacar ni, namanya Muhammad Fitra yaa, kalau kalian cari namanya di google pasti bakal susah nemuin yang mana, beda kan kalau kalian searching namaku, Prily Harsiani, pasti tuh Prysia’s Note langsung muncul, hahahaha, maaf ngartis!). Back back back! Pendapat sahabat-sahabatku berbeda-beda, kalau orang tua cuma bisa bilang katanya semua keputusan ada di aku dan aku harus sudah bisa bikin keputusan sendiri, lain lagi pendapat pacarku yang aku baru tau hari Sabtu, 7 Mei 2016 kemarin, dengan santai dia cuma bilang,”Dari dulu aku gak pernah ngeiyakan kamu buat kerja di Balikpapan kan?!”, dan aku benar-benar baru sadar, ohh… Iyaaa, dari dulu dia juga cuma bilang terserah aja akunya gimana.

Yoooommmaaannnnnn…
Disini aku pengen nekankan kalau aku mulai galau tingkat dewa guysss! Rasanya aku telah salah ambil keputusan bayangkan yaa, aku udah ngejalani kerja selama -/+ 3 bulan di Balikpapan yang aku rasain cuma capek, nyesel, ngerasa kalau kerjaan disini terlalu banyak sehingga bikin waktu dan tenagaku seluruhnya hanya terforsir untuk kerjaan, bahkan awal-awal aku bikin keputusan dimana aku bilang pada diriku sendiri kalau aku bisa sambil ngerjain skripsi sambil kerja sekarang gimanaaaaaaaaa! Skripsi ini gak ada harapan buat dikerjain, yang ada kerjaan semakin hari semakin banyak, bahkan ada sampai aku berhari-hari lembur sampai jam 12 malam terus, kalaupun di hari Sabtu-Minggu kalau aku pulang ke Samarinda buat ngerjain skripsi rasanya waktu juga berjalan cepat gitu ajaaa, sooo… Kapaannnnn?!

Ohh yeahhh… Ingat poin 11-12 dari artikel yang aku share?! Yooommmmaaannn… Aku ngerasa hidupku antara hitam atau putih, bahkan tercampur hingga jadi abu-abu, tapi bagaimana dengan perasaanku yang terlalu mengkhawatirkan kehidupanku kedepannya, rasanya hidupku serasa berwarna hitam semua, sekali aku merasakan kesenangan tapi tiba-tiba kecemasan datang bertubi-tubi!

Skripsimu gimana? Gimana skripsi?” Pleassseeeee… Nyesek taulah pertanyaan kayak gitu sebenarnya, gimana tidak? Aku disini masih nyoba buat bertahan dengan kerjaan, soalnya bakal sia-sia kalau aku mundur, terlalu banyak waktu yang juga sudah terbuang, tapiiiiiii Skripsi ohhh skrriiippsiii, semakin hari semakin baper, temen-temen seangkatan sudah banyak yang wisuda bulan Maret kemarin :”) :”) :”), semakin hari semakin banyak yang seminar proposal, semakin hari semakin banyak yang seminar hasil, dan semakin hari semakin banyak yang sudah sidang akhir. Yooooommmaaaannn… Seneng kok ngeliat temen-temen lain udah banyak yang lulus, udah banyak yang target-targetnya dapat wisuda gelombang ke-2, ataupun gelombang ke-3, banyak juga yang tinggal nunggu seminar-seminar selanjutnya, dan akuuuu????

Yoooomaaaannnn… pada akhirnya tinggal aku sendiri kalau nanti semua udah lulus, gak akan ada teman-teman yang bakal ngeliat bagaimana aku seminar ataupun sidang, karena pada akhirnya mereka bakal pergi semua buat ngejalani kehidupan mereka yang baru setelah lulus, yahhhh… Hanya tinggal sendiri… :’) toh, rasanya aku juga udah kayak gak ada lagi dikehidupan teman-teman seangkatanku, semenjak aku kerja jarang banget bisa ketemu sama mereka, buat sekadar say hay aja akupun ragu, akupun bingung :’) iyaaa… Seperti inilah kecemasan dan kekhawatiran yang semakin menjadi-menjadi dan akhirnya aku justru hanya bisa diam, sembunyi, dan melihat kabar-kabar dari mereka dari balik layar.

Hy! Teman-teman selamat yaaaa buat kalian semua!”, dalam hati aku cuma bisa bilang seperti itu, bahkan kadang hanya bisa sambil menitikkan 2-3 tetes air mata (hahaha… Niat banget nangisnya segitu doang!) antara senang ngelihat teman-teman udah pada keren foto-foto pake baju hitam putih, sepatu pantofel, dan kalau udah ada yang sidang udah ada tambahan blazer ataupun jas hitam dan dibandingkan keadaanku sekarang yang belum bisa ngehandle skripsi rasanya seperti terbentang jarak yang jauh banget, dari Sabang sampai Meraukeeee berjajar pulau-pulau… Iya kayak dari ujung Sabang ke ujung Merauke, jauh kan?! :’)

Pleaseeee guysss aku juga pengen kayak gitu! 3,5 tahunku sudah lewat gitu aja, aku juga gak bisa nyalahkan kenapa aku lebih memilih kerja, tapi aku bingung apa aku harus menyalahkan keadaan bodohku saat ini yang justru lebih sempat curcol di blog bukannya garap skripsi??? Beda broooo... Ini hanya uneg-uneg, dan skripsi? Aku tak ingin asal-asalan lagi daripada penyesalanku semakin bertambah. Huaaaahhhhhhh… Hahahahaha… Nyesek guyssssssss! Okay kayaknya bakal aku sambung lagi catatan tentang 20+ ku ini nantinya, jangan nyesal yaaa guys baca catatanku kali ini, yyyooommmmannnn… Mungkin ada juga yang senasib kayak aku sekarang, jadi buat menghibur diri sendiri, yukkk semangat buat kita! ;’) Yapppsss… See you readers yang baik ;’)…

Bersambung…


(Dari Balikpapan ku punya cerita, Rabu, 11 Mei 2016; 04:49 am)

0 komentar:

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea