Semoga Tuhan~
Melindungi kamu….
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu…
Mudah-mudahan diberi umur panjang…
Sehat selama-lamanya…
Sepenggal
lagu dari Jamrud untuk mengawali ucapan dan do’a yang akan ku panjatkan untukmu
adikku sayang… Satria Budi Hardiman.
Hello…
Sebenarnya saat nulis ini pengen banget masukkin foto-fotomu waktu masih bayi,
tapi karena masih ada di album-album yang ada di Jawa , cuma ya sudahlah…
Setidaknya, aku masih menemukan foto-foto imutmu sebelum kamu se amit-amit sekarang,
hehehe… Canda aja bro…
Dulu
sempat aku bertanya-tanya,”Kenapa sih aku harus punya adik?”. Akhirnya semakin
waktu berjalan aku tahu betapa indahnya memiliki perasaan menjadi seorang
kakak.
 |
| Abaikan aja ini foto aku dah lama banget -_- |
12
Januari 1999, 17 tahun yang lalu… Aku tak bisa mengingat apa-apa hanya sekilas
bayangan yang teringat dimana saat itu aku duduk bersama oma didepan pintu
kamar rumah sakit. Yupsss… Aku hanya mendengar cerita-cerita dari mama, papa,
dan semua orang yang menjadi saksi dari kelahiranmu. Hmm… Menyedihkan jika
harus diceritakan, tapi setidaknya kamu harus tahu bahwa kamu lahir dengan sangat
menyakitkan, mama bercerita saat engkau terlahir dengan susah payah (hingga
perlu menggunakan alat bantu) tak ada sama sekali suara yang keluar dari
bibirmu padahal seharusnya tangisan seorang bayi akan pecah langsung ketika
muncul di dunia yang baru, tapi kamu… Badanmu saat itu biru seperti tak ada
darah yang mengalir, akhirnya dokter mulai bergegas bertindak memberikan pertolongan
medis yang harus dilakukan, tubuhmu dibalik, digantung, dicubit, bahkan sampai
dipukuli, ditambah lagi hidungmu harus ditusuk berkali-kali, tapi nyatanya Kuasa
Allah tidak pernah pernah berbohong, setelah sekian beberapa menit kamu seperti
mayat yang terlahir, akhirnya tangisanmu pecah keluar. UUuuuwwwwweeeeekkkkk… dan badanmu sudah tidak lagi berwarna biru.
Itu cerita
tentang kelahiranmu, setalah itu cerita tentang masa kecilmu dimana kamu yang
sering keluar masuk rumah sakit gara-gara kamu sering terjangkit malaria, itu
yang dikatakan mama. Bahkan, bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali pasti
kamu harus masuk rumah sakit gara-gara penyakit itu.
Tapi,
siapa sangka dibalik duka kelahiran dan duka cerita balitamu kamu tetaplah
menjadi chubby baby, fat baby, bayi gendut, bocah gembrot,
dan apalah lagi istilah untuk menyebut bahwa dulu kamu memang gendut.
Wkwkwkwkwk…
Waktu terus berjalan.....
Waktu
terus berjalan dan kamu masih tetap gendut sampai kelas 6 SD, aku tak tahu apa
yang terjadi tapi fisikmu tertukar ke adik tersayang, Didi, padahal dulu dia
yang kurus banget sekarang harus berubah menjadi imut ginuk-ginuk.
Waktu TK
kamu dan Didi seperti saudara kembar, dengan jarak usia cuma 1 tahun dan postur
tubuh yang hanya perbandingan 11:12 tidak membuat kalian terlihat berbeda. Pada
saat itu kalian adalah para krucil-krucil
yang sering membuatku iri, aku iri
jika kalian dibelikan baju, aku iri saat kalian disuapi, aku iri saat kalian
dimandikan, aku iri saat kalian diantar sekolah, dan banyak hal yang mebuat aku
iri, karena sejak kalian muncul aku harus mulai bisa melakukan apa-apa dengan
tanganku sendiri. Maka, dari itu aku sering marah dan nangis ke kalian, bahkan
kalau ku ingat sempat aku sering mukulin kalian, ckckck…

Tapi,
justru aku mendapat cerita yang lain dari mamaku, bahwasannya setiap mama mau
ngasih adik buat aku, aku selalu bahagia, sampai aku selalu menunggu mama
selesai melahirkan (bahkan untuk adikku Alm. Dharma Fajar Kurniawan). Mama selalu
senang saat aku bermain dengan adik-adikku, katanya aku ini bisa momong adik, dan bahagia saat punya
adik. Tak elak mama dan papa sering memfoto kami bertiga saat bersama. Mungkin
kenangan ketika aku iri dengan kalian adik-adikku adalah suatu penyesalan
terdalam dimana aku berpikir,”Kenapa aku harus seperti itu? Nyatanya aku
bahagia dengan adanya kalian adik-adikku…”.



Kembali
lagi ke Satria, yah dulu waktu kamu masih TK kamu sering ku bonceng sepeda
untuk ikut aku ke TPQ tempat aku ngaji, kamu aku ajarin membaca sampai bisa, kita
sering mandi bareng, tidur bareng, nangis bareng, naik genteng rumah bareng,
pokoknya masih banyak kenangan kita yang gak akan habis meskipun harus dicatat
satu persatu. Dan aku tetap tidak menyangka bahwa kamu telah tumbuh secepat
ini, kamu sudah 17 tahun sayang.
Yupss,
aku mulai nulis catatanku ini di 12 Januari 2016 Pukul 00:01 WITA, yang artinya
disini lebih dulu tengah malamnya daripada di Kediri, hingga detik aku ngetik
ini di pukul 00:46 WITA dengan mata yang buram sebelah (seperti yang aku
laporkan sebelumnya bahwa mataku mungkin lagi kesleo) disini aku ingin
mengajukan beberapa harapan dan do’a untukmu kepada Allah SWT.
 |
| Kamu mewarisi muka mama banget, aku dan didi muka papa banget |
Satria
Budi Hardiman, adikku yang ku sayangi, di usiamu sekarang ini aku harap kamu
makin mengerti betapa pentingnya mencari dan menjalani hidup ini, jalani
hidupmu yang semakin lama akan semakin penuh rintangan dengan DUITS (Do’a,
Usaha, Ikthiar, Tawakkal, dan Semangat). Semoga diusiamu yang ke 17 ini
benar-benar menjadikanmu laki-laki yang tangguh, dewasa, dan penuh dengan kasih
sayang. Walaupun di usiamu menjadi suatu identitas tersendiri, karena sudah
saatnya kamu memiliki KTP dan SIMmu sendiri (hehehe… Seperti do’a yang
dituliskan Didi di PM Bbm,”Happy Sweet Seventeen masku *emoticonpeluk*
we pas wes oleh sim ra sah nggaya *emoticonmeletrotflparty*.”.
Terjemahannya cari sendiri yeyyyy…) selalu berusahalah menjadi laki-laki yang
penuh tanggung jawab. Semoga kamu menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa,
dan bangsa. Tetap sayangi keluargamu, tambahkan rasa sayangmu untuk keluargamu
setiap harinya. Mbak tahu kamu sudah besar, tapi mbak pengen kamu tahu kalau
jalan hidupmu masih panjang sayang, apa yang kamu lihat besar belum tentu
besar, apa yang kamu lihat kecil belum tentu kecil, apa yang kamu lihat jauh
belum tentu jauh, dan apa yang kamu lihat belum tentu dekat. Kamu tahu kan mbak
itu sayang ke kamu itu besar banget, mbak berharap kamu tetap jadi adek yang
selalu bisa ngebanggain mbak, mbak bener-bener sayang sama kamu, tiap hari rasa
bangga mbak ngeliat kamu makin tumbuh besar adalah suatu kebahagiaan
tersendiri, mbak selalu percaya kamu kalau kamu bisa jaga diri dan bisa
membedakan antara yang baik dan buruk. Ingatlah adekmu yang juga perlu
bimbinganmu, ingatlah mbak yang jauh di Samarinda yang selalu merindukanmu, dan
hanya bisa berdo’a untukmu, ingatlah mama yang selalu menaruh harapan besar
kepada anak-anaknya, ingatlah papa yang selalu bangga melihat anak-anaknya
tumbuh, berkembang, hingga menjadi dewasa, dan yang paling penting ingatlah
Allah selalu, hanya Allah yang bisa memberikan Kuasa atas seluruh hidup ini,
Allah yang selalu sayang kamu dari lahir hingga usiamu sekarang ini, yang
selalu melimpahkan rezekinya untukmu, dan selalu memberikan kesehatan untukmu.
Semoga Allah selalu memberikan jalan yang terbaik untukmu adikku sayang, semoga
diberinya kamu panjang umur, kesehatan sepanjang hidupmu, dan rezeki yang selau
mengalir, makin pintar, makin ganteng, makin baik, dan makin bertambah hal-hal
positif yang ada dalam dirimu, serta semoga Allah selalu melindungimu dalam
keadaan apapun dan kapanpun itu. Aamiin aamiin ya robbal alaamiin. J

Selamat
menginjak umur 17 tahun adikku sayang, Satria Budi Hardiman…
2 komentar:
Iya mbak lily, terimakasih banyak ya mbak? :-* swayang banget sama mbak lily :') :*
Iya mbak, aku sadar udah dewasa aku tau batasan, dan akau tau tindakan, tapi semuanya tak akan pernah berjalan kalau tidak ada bimbingan dari keluarga tersayang, kan selalu ku ingat pesan pesan mbak lily, aku tau apa yang mbak lily katakan benar benar telah terbukti bawasanya haruslah aku mengikuti kata hati mbak lily. Satria disini bangga mbak mbak, punya mbak kayak mbak lily bangga banget selalu memberikanku semangat apapun itu ntah cepat maupun lambat. Aku punya tekad mbak aku pasti bisa merubah tingkah lakuku yang tak berkesan, semua yang terdahulu sudah kulupakan dan sekarang waktinya mengubah jalan kehidupan yang saat ini sudah menginjak kejenjang kedewasaan :-* :'(
I LOVE YOU MBAK LILY :'( :*
Satria pasti selalu semangat mbak, pasti pasti dan pasti. Aku punya tekad kuat :*
Baru baca balasan pesanmu adekku sayang :') terharu kamu balas begitu, kalian adlah adek-adek yang memang selalu bikin mbak bangga.
Posting Komentar