Selasa, 12 Januari 2016

17 Tahun Langkah Hidupmu

Diposting oleh Prily Harsiani di 1/12/2016 01:45:00 AM
Semoga Tuhan~
Melindungi kamu….
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu…
Mudah-mudahan diberi umur panjang…
Sehat selama-lamanya…

Sepenggal lagu dari Jamrud untuk mengawali ucapan dan do’a yang akan ku panjatkan untukmu adikku sayang… Satria Budi Hardiman.

Hello… Sebenarnya saat nulis ini pengen banget masukkin foto-fotomu waktu masih bayi, tapi karena masih ada di album-album yang ada di Jawa , cuma ya sudahlah… Setidaknya, aku masih menemukan foto-foto imutmu sebelum kamu se amit-amit sekarang, hehehe… Canda aja bro…




Dulu sempat aku bertanya-tanya,”Kenapa sih aku harus punya adik?”. Akhirnya semakin waktu berjalan aku tahu betapa indahnya memiliki perasaan menjadi seorang kakak.

Abaikan aja ini foto aku dah lama banget -_-

12 Januari 1999, 17 tahun yang lalu… Aku tak bisa mengingat apa-apa hanya sekilas bayangan yang teringat dimana saat itu aku duduk bersama oma didepan pintu kamar rumah sakit. Yupsss… Aku hanya mendengar cerita-cerita dari mama, papa, dan semua orang yang menjadi saksi dari kelahiranmu. Hmm… Menyedihkan jika harus diceritakan, tapi setidaknya kamu harus tahu bahwa kamu lahir dengan sangat menyakitkan, mama bercerita saat engkau terlahir dengan susah payah (hingga perlu menggunakan alat bantu) tak ada sama sekali suara yang keluar dari bibirmu padahal seharusnya tangisan seorang bayi akan pecah langsung ketika muncul di dunia yang baru, tapi kamu… Badanmu saat itu biru seperti tak ada darah yang mengalir, akhirnya dokter mulai bergegas bertindak memberikan pertolongan medis yang harus dilakukan, tubuhmu dibalik, digantung, dicubit, bahkan sampai dipukuli, ditambah lagi hidungmu harus ditusuk berkali-kali, tapi nyatanya Kuasa Allah tidak pernah pernah berbohong, setelah sekian beberapa menit kamu seperti mayat yang terlahir, akhirnya tangisanmu pecah keluar. UUuuuwwwwweeeeekkkkk… dan badanmu sudah tidak lagi berwarna biru.

Itu cerita tentang kelahiranmu, setalah itu cerita tentang masa kecilmu dimana kamu yang sering keluar masuk rumah sakit gara-gara kamu sering terjangkit malaria, itu yang dikatakan mama. Bahkan, bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali pasti kamu harus masuk rumah sakit gara-gara penyakit itu.

Tapi, siapa sangka dibalik duka kelahiran dan duka cerita balitamu kamu tetaplah menjadi chubby baby, fat baby, bayi gendut, bocah gembrot, dan apalah lagi istilah untuk menyebut bahwa dulu kamu memang gendut. Wkwkwkwkwk…







Waktu terus berjalan.....





Waktu terus berjalan dan kamu masih tetap gendut sampai kelas 6 SD, aku tak tahu apa yang terjadi tapi fisikmu tertukar ke adik tersayang, Didi, padahal dulu dia yang kurus banget sekarang harus berubah menjadi imut ginuk-ginuk.


Waktu TK kamu dan Didi seperti saudara kembar, dengan jarak usia cuma 1 tahun dan postur tubuh yang hanya perbandingan 11:12 tidak membuat kalian terlihat berbeda. Pada saat itu kalian adalah para krucil-krucil  yang sering membuatku iri, aku iri jika kalian dibelikan baju, aku iri saat kalian disuapi, aku iri saat kalian dimandikan, aku iri saat kalian diantar sekolah, dan banyak hal yang mebuat aku iri, karena sejak kalian muncul aku harus mulai bisa melakukan apa-apa dengan tanganku sendiri. Maka, dari itu aku sering marah dan nangis ke kalian, bahkan kalau ku ingat sempat aku sering mukulin kalian, ckckck…


Tapi, justru aku mendapat cerita yang lain dari mamaku, bahwasannya setiap mama mau ngasih adik buat aku, aku selalu bahagia, sampai aku selalu menunggu mama selesai melahirkan (bahkan untuk adikku Alm. Dharma Fajar Kurniawan). Mama selalu senang saat aku bermain dengan adik-adikku, katanya aku ini bisa momong adik, dan bahagia saat punya adik. Tak elak mama dan papa sering memfoto kami bertiga saat bersama. Mungkin kenangan ketika aku iri dengan kalian adik-adikku adalah suatu penyesalan terdalam dimana aku berpikir,”Kenapa aku harus seperti itu? Nyatanya aku bahagia dengan adanya kalian adik-adikku…”.





Kembali lagi ke Satria, yah dulu waktu kamu masih TK kamu sering ku bonceng sepeda untuk ikut aku ke TPQ tempat aku ngaji, kamu aku ajarin membaca sampai bisa, kita sering mandi bareng, tidur bareng, nangis bareng, naik genteng rumah bareng, pokoknya masih banyak kenangan kita yang gak akan habis meskipun harus dicatat satu persatu. Dan aku tetap tidak menyangka bahwa kamu telah tumbuh secepat ini, kamu sudah 17 tahun sayang.

Yupss, aku mulai nulis catatanku ini di 12 Januari 2016 Pukul 00:01 WITA, yang artinya disini lebih dulu tengah malamnya daripada di Kediri, hingga detik aku ngetik ini di pukul 00:46 WITA dengan mata yang buram sebelah (seperti yang aku laporkan sebelumnya bahwa mataku mungkin lagi kesleo) disini aku ingin mengajukan beberapa harapan dan do’a untukmu kepada Allah SWT.



Kamu mewarisi muka mama banget, aku dan didi muka papa banget

Satria Budi Hardiman, adikku yang ku sayangi, di usiamu sekarang ini aku harap kamu makin mengerti betapa pentingnya mencari dan menjalani hidup ini, jalani hidupmu yang semakin lama akan semakin penuh rintangan dengan DUITS (Do’a, Usaha, Ikthiar, Tawakkal, dan Semangat). Semoga diusiamu yang ke 17 ini benar-benar menjadikanmu laki-laki yang tangguh, dewasa, dan penuh dengan kasih sayang. Walaupun di usiamu menjadi suatu identitas tersendiri, karena sudah saatnya kamu memiliki KTP dan SIMmu sendiri (hehehe… Seperti do’a yang dituliskan Didi di PM Bbm,”Happy Sweet Seventeen masku *emoticonpeluk* we pas wes oleh sim ra sah nggaya *emoticonmeletrotflparty*.”. Terjemahannya cari sendiri yeyyyy…) selalu berusahalah menjadi laki-laki yang penuh tanggung jawab. Semoga kamu menjadi anak yang berguna bagi nusa, bangsa, dan bangsa. Tetap sayangi keluargamu, tambahkan rasa sayangmu untuk keluargamu setiap harinya. Mbak tahu kamu sudah besar, tapi mbak pengen kamu tahu kalau jalan hidupmu masih panjang sayang, apa yang kamu lihat besar belum tentu besar, apa yang kamu lihat kecil belum tentu kecil, apa yang kamu lihat jauh belum tentu jauh, dan apa yang kamu lihat belum tentu dekat. Kamu tahu kan mbak itu sayang ke kamu itu besar banget, mbak berharap kamu tetap jadi adek yang selalu bisa ngebanggain mbak, mbak bener-bener sayang sama kamu, tiap hari rasa bangga mbak ngeliat kamu makin tumbuh besar adalah suatu kebahagiaan tersendiri, mbak selalu percaya kamu kalau kamu bisa jaga diri dan bisa membedakan antara yang baik dan buruk. Ingatlah adekmu yang juga perlu bimbinganmu, ingatlah mbak yang jauh di Samarinda yang selalu merindukanmu, dan hanya bisa berdo’a untukmu, ingatlah mama yang selalu menaruh harapan besar kepada anak-anaknya, ingatlah papa yang selalu bangga melihat anak-anaknya tumbuh, berkembang, hingga menjadi dewasa, dan yang paling penting ingatlah Allah selalu, hanya Allah yang bisa memberikan Kuasa atas seluruh hidup ini, Allah yang selalu sayang kamu dari lahir hingga usiamu sekarang ini, yang selalu melimpahkan rezekinya untukmu, dan selalu memberikan kesehatan untukmu. Semoga Allah selalu memberikan jalan yang terbaik untukmu adikku sayang, semoga diberinya kamu panjang umur, kesehatan sepanjang hidupmu, dan rezeki yang selau mengalir, makin pintar, makin ganteng, makin baik, dan makin bertambah hal-hal positif yang ada dalam dirimu, serta semoga Allah selalu melindungimu dalam keadaan apapun dan kapanpun itu. Aamiin aamiin ya robbal alaamiin. J

Selamat menginjak umur 17 tahun adikku sayang, Satria Budi Hardiman…

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Iya mbak lily, terimakasih banyak ya mbak? :-* swayang banget sama mbak lily :') :*
Iya mbak, aku sadar udah dewasa aku tau batasan, dan akau tau tindakan, tapi semuanya tak akan pernah berjalan kalau tidak ada bimbingan dari keluarga tersayang, kan selalu ku ingat pesan pesan mbak lily, aku tau apa yang mbak lily katakan benar benar telah terbukti bawasanya haruslah aku mengikuti kata hati mbak lily. Satria disini bangga mbak mbak, punya mbak kayak mbak lily bangga banget selalu memberikanku semangat apapun itu ntah cepat maupun lambat. Aku punya tekad mbak aku pasti bisa merubah tingkah lakuku yang tak berkesan, semua yang terdahulu sudah kulupakan dan sekarang waktinya mengubah jalan kehidupan yang saat ini sudah menginjak kejenjang kedewasaan :-* :'(
I LOVE YOU MBAK LILY :'( :*
Satria pasti selalu semangat mbak, pasti pasti dan pasti. Aku punya tekad kuat :*

Prily Harsiani mengatakan...

Baru baca balasan pesanmu adekku sayang :') terharu kamu balas begitu, kalian adlah adek-adek yang memang selalu bikin mbak bangga.

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea