Bagi
sebagian siswa, mungkin posisi tempat duduk dalam kelas tidak berpengaruh dalam
proses KMB, apalagi memengaruhi prestasi. Kebanyakan
dari mereka lebih memilih bangku belakang daripada bangku depan. Bangku depan
dianggapnya bagai sebuah kursi panas yang sangat menakutkan.
Apalgi buat mereka yang tidak berani berhadapan dengan guru killer dan
mata pelajaran “Eksak” . Tentunya ini berlaku buat mereka yang kurang
optimis dalam menggapai prestasi.
Namun
tidak dengan siswa kelas XII IPA 2 SMAN 1 GROGOL yang satu ini. Siswa berjilbab
yang akrab disapa Mujaroh ini menganggap bahwa posisi tempat duduk juga
memengaruhi proses KMB, termasuk menyangkut dalam prestasi siswa ini.
Dalam wawancara yang kami
lakukan dengan siswi yang mempunyai segudang prestasi ini, ia menyebutkan bahwa posisi tempat duduk memengaruhi tingkat
konsentrasi siswa dalam mengikuti proses KMB. “Biasanya, anak yang duduk di
bangku depan itu konsentrasinya lebih bagus daripada anak yang duduk di bangku
belakang. Dan saya lebih suka duduk di bangku nomer dua dari depan pada
deretan tengah.” Ujar Mujaroh.
Mujaroh
mempunyai alasan tersendiri mengapa ia memilih posisi itu. Posisi itu
dianggapnya sebagai posisi yang strategis. Menurutnya, ia akan mudah
berinteraksi dengan guru dan teman di kanan kirinya, serta teman di depan atau
di belakangnya. Dengan posisi itu, Mujaroh dapat menerima materi dengan baik.
Ia juga merasa lebih berkonsentrasi, sehingga prestasinya juga terbilang bagus.
Mujaroh telah mengantongi berbagai piagam kejuaraan, baik akademik maupun
nonakademik. Sebut saja sebagai juara pertama cerdas cermat MIPA se-ekskaresidenan Kediri. Predikat
sebagai Murid Teladan di Kabupaten Kediri juga disandangnya
sewaktu ia duduk pada posisi kesukaannya.
Meski
demikian, ternyata Mujaroh juga tidak masalah kalau ia terpaksa harus duduk di
belakang karena suatu hal. Menurutnya duduk di depan atau di belakang itu sama
saja, bedanya cuma sedikit. Yang menentukan adalah kesungguhan kita dalam mengikuti proses
KMB.
Mujaroh
pernah duduk di bangku belakang, ternyata ia merasakan ada yang berbeda dengan
posisi itu.
“ Ternyata
duduk di belakang itu ada senengnya, ada juga senebnya.”
Ujar siswa berkulit putih ini.
Mujaroh
sering kehilangan konsentrasi sewaktu teman-temannya di belakang ramai saat
guru menerangkan. Ini ternyata berakibat pada sedikit menurunnya
prestasi di kelas. Dari
sini, siswi kalem ini menyadari pengaruh posisi tempat duduk
terhadap prestasinya di kelas. Meski demikian, ia mengerti bahwa turunnya
prestasi bukan semata-mata karena ia duduk di bangku belakang, tapi juga
dipengaruhi oleh turunnya semangat belajar serta konsentrasinya.
“Posisi
duduk yang paling adil buat semua adalah dengan sistem Rolling. Jadi
semua siswa kebagian jatah yang sama untuk menggapai prestasinya.” Ujar Mujaroh dengan senyum khasnya. (Sanah/Deni)
0 komentar:
Posting Komentar