Senin, 18 April 2011

Posisiku, Prestasiku-angel ketiga (artikel yang pernah dimuat di Koran Radar Kediri - Oleh Tim KOmu SMAN 1 GROGOL)

Diposting oleh Prily Harsiani di 4/18/2011 01:39:00 PM

Bagi sebagian siswa, mungkin posisi tempat duduk dalam kelas tidak berpengaruh dalam proses KMB, apalagi memengaruhi prestasi. Kebanyakan dari mereka lebih memilih bangku belakang daripada bangku depan. Bangku depan dianggapnya bagai sebuah kursi panas yang sangat menakutkan. Apalgi buat mereka yang tidak berani berhadapan dengan guru killer dan mata pelajaran “Eksak” . Tentunya ini berlaku buat mereka yang kurang optimis dalam menggapai prestasi.


Namun tidak dengan siswa kelas XII IPA 2 SMAN 1 GROGOL yang satu ini. Siswa berjilbab yang akrab disapa Mujaroh ini menganggap bahwa posisi tempat duduk juga memengaruhi proses KMB, termasuk menyangkut dalam prestasi siswa ini.
Dalam wawancara yang kami lakukan dengan siswi yang mempunyai segudang prestasi ini, ia menyebutkan bahwa posisi tempat duduk memengaruhi tingkat konsentrasi siswa dalam mengikuti proses KMB. “Biasanya, anak yang duduk di bangku depan itu konsentrasinya lebih bagus daripada anak yang duduk di bangku belakang. Dan saya lebih suka duduk di bangku nomer dua dari depan pada deretan tengah.” Ujar Mujaroh.
Mujaroh mempunyai alasan tersendiri mengapa ia memilih posisi itu. Posisi itu dianggapnya sebagai posisi yang strategis. Menurutnya, ia akan mudah berinteraksi dengan guru dan teman di kanan kirinya, serta teman di depan atau di belakangnya. Dengan posisi itu, Mujaroh dapat menerima materi dengan baik. Ia juga merasa lebih berkonsentrasi, sehingga prestasinya juga terbilang bagus. Mujaroh telah mengantongi berbagai piagam kejuaraan, baik akademik maupun nonakademik. Sebut saja sebagai juara pertama cerdas cermat MIPA se-ekskaresidenan Kediri. Predikat sebagai Murid Teladan di Kabupaten Kediri juga disandangnya sewaktu ia duduk pada posisi kesukaannya.
Meski demikian, ternyata Mujaroh juga tidak masalah kalau ia terpaksa harus duduk di belakang karena suatu hal. Menurutnya duduk di depan atau di belakang itu sama saja, bedanya cuma sedikit. Yang menentukan adalah kesungguhan kita dalam mengikuti proses KMB.
Mujaroh pernah duduk di bangku belakang, ternyata ia merasakan ada yang berbeda dengan posisi itu.
“ Ternyata duduk di belakang itu ada senengnya, ada juga senebnya.” Ujar siswa berkulit putih ini.
Mujaroh sering kehilangan konsentrasi sewaktu teman-temannya di belakang ramai saat guru menerangkan. Ini ternyata berakibat pada sedikit menurunnya prestasi di kelas. Dari sini, siswi kalem ini menyadari pengaruh posisi tempat duduk terhadap prestasinya di kelas. Meski demikian, ia mengerti bahwa turunnya prestasi bukan semata-mata karena ia duduk di bangku belakang, tapi juga dipengaruhi oleh turunnya semangat belajar serta konsentrasinya.

“Posisi duduk yang paling adil buat semua adalah dengan sistem Rolling. Jadi semua siswa kebagian jatah yang sama untuk menggapai prestasinya.” Ujar Mujaroh dengan senyum khasnya. (Sanah/Deni)

0 komentar:

 

Prysia's Note Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea